Panggilan yang Datang Terlalu Cepat


Selesai dilantik pada Selasa (10 Maret 2026) itu, pertanyaan berikutnya adalah mulai kapan saya akan bertugas di sana? Saya belum memedulikan itu, saya masih berfokus pada penyelesaian pekerjaan di Coretax dan meneliti berkas-berkas.

Ketika saya sampai di rumah pukul 17:00, Ummi Kinan sedang duduk di teras rumah.

”Loh kok belum masuk?” tanya saya.

“Kinan tidur, dibangunkan susah. Kunci masih menggantung di pintu,” katanya.

Continue reading Panggilan yang Datang Terlalu Cepat

Hari Ketika Saya Tidak Tahu Apa yang Sedang Terjadi


Pesawat Batik Air terbang meninggalkan landasan Bandara Soekarno Hatta pada dini hari pukul 00.45, tepatnya pada Jumat 13 Maret 2026. Pesawat ini hanya diisi sekitar tiga puluhan orang. Kursi penumpang banyak yang kosong. Dua kursi di samping saya juga kosong. Sebelum terbang, pramugari meminta kesediaan saya pindah ke kursi darurat.

Saya membawa roti dan air minum yang saya siapkan untuk sahur. Saya sempat bertanya kepada pramugari apakah pilot atau awak kabin akan mengumumkan waktu sahur dan salat Subuh. Ia mengiyakan. Sampai di sini saya sudah cukup tenang.

Continue reading Hari Ketika Saya Tidak Tahu Apa yang Sedang Terjadi

Teknologi Berubah, Wajah Mereka Tetap Sama


Hujan begitu deras siang itu. Diiringi angin kencang dan suara jendela yang menutup dengan keras. Brak!!

Saya melihatnya dari ruang kelas yang sudah sepi. Di lantai 2 Gedung N PKN STAN. Beberapa menit lalu saya menutup kelas. Seperti kebiasaan saya selama ini, saya paling terakhir meninggalkan ruangan. Membereskan administrasi perkuliahan, menaruh materi ke dalam folder, dan menutup kelas secara daring. Semuanya serba tanpa kertas.

Continue reading Teknologi Berubah, Wajah Mereka Tetap Sama

Internet Do Magic: Kali Ini Bukan Tipu-Tipu


Suatu ketika ada pesan masuk di DM Instagram saya.

“Maaf, Pak. Saya mau bertanya apakah Bapak tahu dengan Ibu Ayu Endah Damastuti? Beliau tertinggal dompetnya, Pak. Saya lihat biodatanya yang muncul berfoto dengan Bapak,” tulis laki-laki itu dalam pesan tersebut.

Baca Lebih Lanjut

Bedanya Abebe Bikila dan Saya


Semalam Garmin FR235 sudah saya isi daya kembali. Penanda ketahanan baterai telah menunjuk angka 2% sebelumnya. Rencananya buat saya pakai besok. Ada rutinitas lari yang mesti dijalani.

Pukul 6 pagi, saya masih belum beranjak dari laptop. Padahal saya sudah siap dengan pakaian lari. Saya masih asyik mengobrol tentang keuangan dengan ChatGPT.

Baca Lebih Banyak

Penjaga Hutan Juga Mendengarkan Serakahnomics


Saya mendampingi para Teladan Kementerian Keuangan di depan Gedung Kura-Kura, Senayan, Jakarta, berfoto bersama sebelum memasuki ruangan sidang.

Memang berbeda antara melihat langsung di tempat dan mendengar dari jauh. Itulah yang saya rasakan saat menyimak pidato Ketua DPR RI Puan Maharani dan Presiden RI Prabowo Subianto di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta pada Jumat, 15 Agustus 2025. Ada semangat dan niat baik yang terasa.

Baca Lebih Lanjut

Satu Langkah Awal Sembuh dari Overthinking, Pelajaran dari Buku Tua


Overthinking ini bisa menimpa siapa saja: orang tua, gen-Z, pejabat, pensiunan, rakyat jelata, pemuka agama, bahkan mereka yang pura-pura baik-baik saja.

*

Beberapa hari ini saya sedang membaca ulang buku Dale Carnegie yang berjudul Bagaimana Menghilangkan Cemas dan Memulai Hidup baru. Ini buku lama.

Baca Lebih Lanjut

Dua Kali Kegagalan Portugis Menguasai Jeddah


Akhirnya setelah 1,5 jam perjalanan dari Makkah, bus sampai di Corniche Jeddah. Jaraknya ternyata jauh dari Masjid Terapung itu, kurang lebih 24,8 km. Suasana Corniche Jeddah berbeda sekali dengan 14 tahun lalu. Dulu trotoarnya penuh dengan kios-kios pedagang. Sekarang sudah ditertibkan dan tampak rapi. Dulu di sudut itu ada penjual bakso, sekarang sudah tidak ada lagi. Saat ini sudah ada plang bertuliskan I Love Corniche sebagai latar buat foto-foto. Dengan latar belakang langit senja Jeddah, berfoto di tempat ini sangat instagrammable.

Persis di belakang plang itu, ada toko Ali Murah. Banyak peziarah yang masuk ke dalam toko itu sekadar berkemih, belanja oleh-oleh, atau melihat-lihat saja. Saya juga pernah membeli parfum di Corniche ini untuk pak lik saya di tanah air.

Continue reading Dua Kali Kegagalan Portugis Menguasai Jeddah

Tugasnya Sebagai Laki-Laki: Ikhtiar, Bukan Mager, Bukan Rebahan


Sepulang mengantarkan anak ke pesantren, saya menjumpainya di pinggir jalan gelap.

Kepalanya yang berpeci putih menunduk. Ia duduk setengah meringkuk dan kepalanya hampir menyentuh lutut. Cuaca gerimis hampir lebat.

Continue reading Tugasnya Sebagai Laki-Laki: Ikhtiar, Bukan Mager, Bukan Rebahan

Orang-Orang Kazakh


Menuju Makkah Almukarramah.

Pada zaman Kekhalifahan Utsmani, tepatnya di masa Sultan Abdul Hamid II, dibangunlah jalur kereta api dari Damaskus, Amman (Yordania), sampai ke Madinah. Jalur itu selesai dibangun pada 1908 dan mulai beroperasi pada 1912. Namun, sejak Perang Dunia I jalur itu mulai terbengkalai sampai sekarang. Stasiun Madinah dalam Jalur Kereta Hijaz itu menjadi museum belaka pada saat ini. Letaknya kurang dua kilometer dari hotel kami.

Namun, dari tempat mikat kami di Bir Ali, stasiun itu bukan tujuan kami, melainkan Stasiun Kereta Cepat Madinah. Stasiun ini sepi. Tidaklah seramai stasiun kereta yang ada di tanah air. Tempat parkir stasiun luas. Ada masjid juga. Bus yang mengantarkan kami langsung meninggalkan stasiun begitu semua penumpangnya turun. Tidak ada kendaraan lain, kecuali satu kendaraan polisi yang ikut meninggalkan stasiun juga. Sekilas saya melihat salah satu polisi itu merokok.

Continue reading Orang-Orang Kazakh