Internet Do Magic: Kali Ini Bukan Tipu-Tipu


Suatu ketika ada pesan masuk di DM Instagram saya.

“Maaf, Pak. Saya mau bertanya apakah Bapak tahu dengan Ibu Ayu Endah Damastuti? Beliau tertinggal dompetnya, Pak. Saya lihat biodatanya yang muncul berfoto dengan Bapak,” tulis laki-laki itu dalam pesan tersebut.

Baca Lebih Lanjut

Bedanya Abebe Bikila dan Saya


Semalam Garmin FR235 sudah saya isi daya kembali. Penanda ketahanan baterai telah menunjuk angka 2% sebelumnya. Rencananya buat saya pakai besok. Ada rutinitas lari yang mesti dijalani.

Pukul 6 pagi, saya masih belum beranjak dari laptop. Padahal saya sudah siap dengan pakaian lari. Saya masih asyik mengobrol tentang keuangan dengan ChatGPT.

Baca Lebih Banyak

Ketika Arus Media Sosial Membentuk Persepsi Remaja Tentang Dana Negara


Oleh: Khansa Humaira Dyfka

Beberapa bulan lalu, salah satu teman saya membuat unggahan di X yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap kecurangan seorang peserta didik dalam sistem seleksi salah satu beasiswa pemerintah yang menjadi jembatan bagi anak-anak bangsa untuk menempuh pendidikan di luar negeri.

Persyaratan beasiswa itu cenderung sederhana, kami hanya diminta untuk menuliskan gaji orang tua dan memberikan Letter of Acceptance dari kampus yang kami daftar. Masalahnya, teman saya menemukan seseorang yang memanipulasi gaji orang tuanya agar diterima oleh pihak beasiswa. Fakta tersebut membuat teman saya sekaligus beberapa orang yang mengenalnya sedikit geram, apalagi saat tahu kalau dia berasal dari keluarga yang bisa dibilang sangat mampu secara ekonomi. Unggahannya menarik perhatian teman-teman sebaya saya, terutama mereka yang tidak lolos seleksi dan harus merelakan mimpi untuk ke luar negeri.

Baca Lebih Lanjut

Nyaris Maling, Malah Menulis


Saya belum menonton utuh film berjudul Finding Forrester (2000). Saya hanya melihat reviu filmnya di salah satu kanal Youtube yang dimiliki oleh akun Abay Saputra.

Namun, satu hal yang menarik dari film ini adalah soal dunia tulis-menulis. Satu tema film yang sangat jarang ditemui. Film ini dibintangi Sean Connery sebagai William Forrester, penulis tua yang tertutup dari dunia luar dan Rob Brown yang berperan sebagai Jamal Wallace, pemuda berumur 16 tahun dari Bronx, New York.

Baca Lebih Lanjut

Penjaga Hutan Juga Mendengarkan Serakahnomics


Saya mendampingi para Teladan Kementerian Keuangan di depan Gedung Kura-Kura, Senayan, Jakarta, berfoto bersama sebelum memasuki ruangan sidang.

Memang berbeda antara melihat langsung di tempat dan mendengar dari jauh. Itulah yang saya rasakan saat menyimak pidato Ketua DPR RI Puan Maharani dan Presiden RI Prabowo Subianto di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta pada Jumat, 15 Agustus 2025. Ada semangat dan niat baik yang terasa.

Baca Lebih Lanjut

Satu Langkah Awal Sembuh dari Overthinking, Pelajaran dari Buku Tua


Overthinking ini bisa menimpa siapa saja: orang tua, gen-Z, pejabat, pensiunan, rakyat jelata, pemuka agama, bahkan mereka yang pura-pura baik-baik saja.

*

Beberapa hari ini saya sedang membaca ulang buku Dale Carnegie yang berjudul Bagaimana Menghilangkan Cemas dan Memulai Hidup baru. Ini buku lama.

Baca Lebih Lanjut

Prakata Buku Di Depan Ka’bah Kutemukan Jawaban


Pada suatu dini hari saya terbangun dan menuliskan prakata ini. Hari sebelumnya saya menuntaskan buku ini persis dalam waktu tiga bulan sejak saya mulai menulis. Termasuk di dalamnya adalah 10 hari terakhir buat menyunting mandiri.

Alhamdulillah, Allah Swt. masih memberikan saya kekuatan untuk menulis dan menyelesaikan buku yang berisi kisah perjalanan umrah saya pada Februari 2025 lalu. Di dalamnya terselip pula kisah perjalanan haji di tahun 2011. Dengan demikian, pembaca pun akan diajak kembali ke masa lalu ketika saya menceritakan rihlah umrah ini.

Baca Lebih Lanjut

Daftar Isi Buku Di Depan Ka’bah Kutemukan Jawaban


 

Kalau teman-teman berkenan memiliki bukunya atau ingin menghadiahkannya ke orang tercinta, bisa pesan lewat link ini:
👉 https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi 

Mengapa Ada Orang Membaca Buku yang Sama Lebih dari Sekali?


Pagi ini, sebelum memulai aktivitas rutin, saya membaca ulang buku Atomic Habits karya James Clear untuk kedua kalinya. Satu bab sudah saya baca. Saya akan melanjutkan membaca lagi ketika ada waktu senggang di sela-sela  pekerjaan utama saya.

Satu pertanyaan muncul, “Mengapa ada orang membaca buku yang sama lebih dari sekali?” Saya langsung ingat pada masa kecil saya. Bapak–penjual majalah bekas di kampung kami–memiliki buku Dale Carnegie yang berjudul Bagaimana Menghilangkan Cemas & Memulai Hidup Baru? Kondisi buku itu lumayan tua. Kertasnya sudah menguning dan sampulnya telah menua. Buku itu selalu ada di meja utama sambil menunggui pembeli majalah datang. Saya tidak tahu sudah berapa kali Bapak membaca buku itu. Bahkan ketika ia pindah ke Jakarta, tak ketinggalan, buku itu dibawanya pula.

Baca Lebih Lanjut

Deskripsi Buku Di Depan Ka’bah Kutemukan Jawaban


Alhamdulillah, saya baru saja menerbitkan buku terbaru yang saya tulis selepas pulang dari umrah Februari lalu. Buku ini saya beri judul “Di Depan Ka’bah Kutemukan Jawaban”. Isinya bukan hanya kisah perjalanan, tetapi juga refleksi batin, sejarah, keajaiban kecil, dan pelajaran besar yang saya alami langsung di Tanah Suci.

Selama proses penulisan tiga bulan itu, saya bersyukur bisa belajar dari banyak referensi yang memperkaya sudut pandang dalam menarasikan perjalanan ini. Utamanya supaya bisa menyajikan cerita yang tak hanya menyentuh, tetapi juga memberi konteks dan wawasan.

Saya menulis buku ini sebagai pengingat diri, panduan rohani, dan mudah-mudahan juga bisa jadi teman perjalanan spiritual bagi siapa pun yang sedang:
– Merindukan Baitullah
– Menyiapkan keberangkatan
– Atau ingin memaknai kembali perjalanan yang pernah dilalui

📖 Tebal buku: xiv + 180 halaman
💰 Harga: Rp81.000,00
🧕 Semua keuntungan penjualan buku ini didonasikan untuk anak-anak Gaza.

Kalau teman-teman berkenan memiliki bukunya atau ingin menghadiahkannya ke orang tercinta, bisa pesan lewat link ini:
👉 https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi

Doakan semoga buku ini bermanfaat dan bisa sampai ke banyak tangan yang sedang mencari arah pulang. 🙏

Terima kasih sudah menyimak. Semoga Allah mengundang kita kembali ke Haramain. Bersama orang-orang yang kita cintai. Amin. 🕋🤍

Deskripsi Buku:

a.         Judul buku                  :  Di Depan Ka’bah Kutemukan Jawaban, Rihlah Jiwa Menuju Rumah
b.         Penulis                        :  Riza Almanfaluthi
c.         Jenis buku                  :  Nonfiksi
d.         Kategori                      :  Pengembangan Diri, Cerita Perjalanan
e.         Penerbit                      :  Maghza Pustaka
f.          Tahun terbit                : 2025
g.         Cetakan                       : Pertama, Juni 2025
h.         ISBN                            : 978-623-5286-80-8
i.          Jumlah hal.                 :  xiv + 180 halaman
j.          Dimensi buku              : 14 cm x 20,5 cm
k.         Kover                            :  Softcover
l.           Harga Normal             : Rp81.000,- (di luar ongkos kirim)