Siapa Pacermu?


Eliud Khipcoge, berjaket biru, dikelilingi para pacer elit dunia.

MENGGAPAI ASA***Beberapa hari yang lalu ada proyek yang dirintis oleh Nike, sebuah perusahaan sepatu terkenal di dunia. Mereka punya proyek bagaimana dengan dukungan teknologi sepatu mereka, manusia bisa berlari maraton dengan catatan waktu di bawah dua jam. Ini proyek ambisius.

Perlu diketahui menurut catatan resmi rekor dunia lari 42,195 kilometer  versi Asosiasi Atletik International  (IAAF) yakni 2 jam 2 menit dan 57 detik yang dicatat oleh pelari Kenya Dennis Kimetto di Berlin Marathon 2014.

Pada 6 Mei 2017, di Monza, Italia, Eliud Kipchoge, salah satu dari tiga pelari maraton terbaik dunia, pelari asal Kenya ini diminta untuk mendobrak batas psikologi dua jam itu sekaligus memecahkan rekor dunia.

Tentang batasan psikologis ini saya teringat dengan kejadian di tahun 1954 yang sebelumnya juga pernah saya tulis. Tepatnya  pada 6 Mei 1954, ada pelari Inggris bernama Roger Bannister. Ia memecahkan rekor lari yang mustahil dilakukan karena berdasarkan hasil penelitian dan nasihat dokter adalah tidak mungkin manusia bisa berlari satu mil dalam jangka waktu di bawah empat menit.

Di trek Iffley Road Universitas Oxford, selama pertandingan yang disiarkan langsung oleh BBC Radio, Roger Bannister selalu berada di posisi kedua. Dan di setengah lap yang terakhir, Roger mampu menyusul seterunya dan berlari lebih kencang hingga garis finis. Berapa waktu yang tercatat? Tiga menit 59,4 detik.

Catatan waktu itu memecahkan rekor lari satu mil yang selama ini ada. Paling utama adalah memecahkan mitos yang berkembang selama ini. Waktunya pun tercatat di Guinness Book of Records.

Dengan kecanggihan teknologi informasi, video larinya berdekade-dekade lalu itu masih bisa kita saksikan di Youtube.

Rekor ini tidak bertahan lama. Hanya dalam jangka waktu 46 hari rekor itu sudah terpecahkan. Kurang dari tiga tahun lusinan pelari telah memecahkan rekor lari tersebut. Bahkan berlari satu mil dengan waktu di bawah empat menit menjadi batasan waktu dalam kualifikasi pelari profesional.

Untuk masa sekarang,  rekor lari satu mil masih tercatat oleh pelari dari Maroko, Hicham El Guerrouj, pada tahun 1999 dengan catatan waktu 3:43,13. Sebuah rekor lari yang belum terpecahkan sampai tulisan ini dibuat.

Kembali ke Monza, Italia, untuk memecahkan batas psikologis itu banyak persiapan yang dilakukan, seperti latihan teratur, menciptakan sepatu yang pas dengan kaki Kipchoge, dan juga menyiapkan tim pacer yang akan mendampingi Kipchoge selama berlari. Pacer itu sederhananya adalah orang yang menemani kita selama berlari dan biasanya mereka adalah orang yang larinya lebih cepat dan lebih berpengalaman.

Di dalam proyek ini, tim pacer akan bergantian mengawal Kipchoge di kilometer tertentu. Karena mereka lebih segar daripada Kipchoge, tentunya sangat baik untuk menemani Kipchoge berlari. Mereka berlari di depan dengan cepat dan rampak. Ini secara psikologi membantu mental Kipchoge agar bisa berlari mengiringi mereka dan menjaga kecepatannya agar tidak melorot di klometer-kilometer terakhir.

Pada saat satu kilometer menjelang finis, bahkan para pacer ini menyemangati Kipchoge untuk segera memacu larinya. Ayo! Ayo! Ayo! Mampukah Kipchoge melewati batas itu? Belum.

Kipchoge memasuki garis finis dengan waktu 2 jam 25 detik. Walau belum menembus batas dua jam itu tapi catatan ini lebih cepat 2 menit dan 32 detik daripada  rekor lari maraton dunia saat ini. Tidaklah mengapa. Ini pengalaman dan pembelajaran. Tapi kita yakin suatu saat ada orang di muka bumi ini mampu mendobrak batas psikologis lari sepanjang 42,195 kilometer di bawah dua jam.

Mimpi tak boleh dikubur, asa tak boleh dipendam. Tidak ada yang instan dan tak ada yang mustahil di dunia ini. Perkaranya adalah adakah pacer yang akan menemani dalam menggapai asa dan mimpi itu?

Pacer yang membimbing, menyemangati, dan mengikhlaskan diri Anda meraih garis finis, bangga atas pencapaian Anda, serta bertepuk tangan dari dekat atau pun jauh. Barangkali seperti Vikramadithya Singh yang bertepuk tangan kepada Tina, pemilik suara ajaib dalam Sur, The Melody of Life.

Buat mimpi, tentukan pacermu, dan gapai asa itu. Lalu, siapa pacermu?

***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

Malam nisyfu Sya’ban, 11 Mei 2017

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s