INI MUDIK YANG MENYENANGKAN


INI MUDIK YANG MENYENANGKAN

 

Perjalanan mudik kemarin menyisakan banyak remah-remah kesimpulan. Dan tentunya menyenangkan. Dimulakan dengan sebuah niat yang baik: mempererat tali persaudaraan dengan sanak di kampung. Oleh karenanya kami cuma berharap Allah melindungi perjalanan kami ini. Mudik dan baliknya. Alhamdulillah semuanya dikabulkan. Tidak melelahkan lagi.

    Senin menjelang siang (5/8), tepatnya pada pukul 10.30 kami berangkat berenam saja—Saya, istri, ibu mertua, Maulvi, Ayyasy, dan Kinan—dari Citayam. Kita berangkat jam segitu karena tak mau buru-buru dan untuk memberikan hak kepada tubuh agar bisa istirahat setelah semalamnya mencari Lailatul Qadr di malam 27 Ramadhan. Semalamnya pun saya ubah gaya iktikafnya. Biasanya baru tidur 24.00 kemudian bangun jam 02.00, menjadi tidur lebih dini dan bangun jam 03.00. Ini setidaknya memberikan tenaga buat mudik.

    Perjalanan dari Citayam sampai Cikampek lancar banget yah. Tak ada kemacetan sama sekali. Bahkan saat keluar pintu tolnya. Saya pun akhirnya memilih ke kiri—ke arah perempatan Jomin—karena lengang dan tak ada polisi yang mengarahkan kami untuk ambil arah ke kanan menuju Sadang seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Sungguh, jalur Pantura ini terakhir saya ambil tiga tahun yang lalu. Setelahnya selalu mengambil jalur tengah yang panjang dan tetap macet juga. Kemacetan atau merayapnya mobil dari mulai Jomin sampai Sukra, Indramayu masih dalam batas kewajaran. Kadang merayap kadang bisa memacu kecepatan sampai 80km/jam.

    Sampai di Jatibarang saya tempuh jalur Jatibarang-Palimanan. Sampai di Kertasemaya maghrib. Untuk memasuki tol Palimanan sejak dari Tegalgubug mulai merayap. Kapanpun, entah cuti bersamanya panjang atau tidak, menjelang lebaran ini jalur Jatibarang-Palimanan tetaplah padat. Seharusnya saya ambil jalur seperti tahun-tahun sebelumnya kalau mudik melalui Pantura, yaitu melalui jalur Jatibarang-Karangampel-Cirebon. Ini jalur yang tak pernah dianggap oleh pemudik, padahal jalur ini jalur yang lengang dengan jalannya yang lebar. Selepas Cirebon barulah memasuki tol di Kanci.

    Dari Palimanan sampai Pejagan, saya bisa melenggang dengan kecepatan tinggi. Jalan tol sepi. Cuma mulai merayap lagi selepas gerbang tol Pejagan menuju Brebes, karena harus antri untuk bisa menyeberangi palang pintu kereta api. Setelah itu lancar. Tak ada kemacetan.

Kami berkali-kali berhenti. Bahkan kalau dihitung bisa sampai tujuh kali istirahat. Santai sajalah. SPBU Muri jadi tempat idaman untuk istirahat. Jam 23.30 kami ada di sana. Kami sahur di Sari Raos Gringsing, setelah Alas Roban, jam tiga pagi. Lalu kami melanjutkan perjalanan sebelum imsak. Sampai di Mangkang, Semarang sudah setengah lima pagi. Rumah sudah dekat. Tapi kantuk sudah tak bisa ditahan lagi. Daripada celaka lebih baik istirahat saja. Karena berdasarkan data statistik yang dirilis dinas terkait kecelakaan terjadi kebanyakan karena gerimis kantuk yang melanda.

Akhirnya kami tiba di Semarang, pukul 07.30, jadi kurang lebih 21 jam perjalanan. Ini sudah termasuk rekor bagi kami. Karena tahun-tahun sebelumnya hampir bahkan lebih dari 24 jam perjalanan. Yang terpenting selamat dan tidak melelahkan.

    So, bagi saya, untuk menempuh perjalanan mudik kemarin perlu kiat-kiat tersendiri. Dan inilah remah-remah kesimpulan itu antara lain sebagai berikut:

  1. Menej dengan baik malam iktikafnya;
  2. Siapkan fisik dengan baik. Tak perlu memaksakan diri, sehabis pembagian zakat jam satu malam langsung cabut. Tidur yang cukup. Berangkat pagi saja setelah shubuh atau dhuha atau menjelang dzuhur;
  3. Ambil jalur Jatibarang-Karangampel-Cirebon untuk menghindari kemacetan;
  4. Perbanyak istirahat di jalan;
  5. Tentunya perbanyak doa.

     

Semoga Allah memberikan kemudahan itu di tahun-tahun yang akan datang. Karena sesungguhnya kita berangkat untuk sebuah niat yang baik, niat yang mulia, yaitu silaturahmi. Kalau sudah demikian insya Allah, Allah akan lindungi perjalanan kita. Semoga.

 

***

Riza Almanfaluthi

dirantingcemara

09:45 14 Agustus 2013

    

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s