malam ketujuh
tak ada yang tertulis untukmu
di sela tubuh yang menggigil
pada jam yang menabuh genderang perang
sudah tengah malam katanya
tak ada yang tertulis untukmu
biar kata-kata yang ada memuara ke laut
hanyut bersama sampah-sampah hitam ciliwung
sudah menggila katanya
tak ada yang tertulis untukmu
karena langit sudah rata dengan bumi
sudah saatnya katanya
tak ada yang tertulis untukmu
sudah malam ketujuh katanya
tak ada yang tertulis untukmu
siapa bilang?
karena setiap kata yang terucap
karena setiap huruf yang tertulis
di langit dan di bumi
semua untukmu…
aku semakin menggigil
***
riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
12.06 31 Maret 2011