MENIKMATI KESENDIRIAN


MENIKMATI KESENDIRIAN

 

Sejak berada di tempat baru akhir September 2010 lalu ini, saya tak pernah sekalipun sarapan di ruangan yang memang khusus disediakan untuk itu. Tak pernah. Namun pagi ini anehnya, saya ingin menikmati betul sarapan di tempat itu. Sambil menikmati semburat cahaya pagi yang tak sopan menerobos jendela. Makan nasi uduk yang di beli di Stasiun Sudirman. Menikmati ketinggian dari lantai 19 memandang gedung pencakar langit di sebelah atau padatnya arus lalu lintas Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta.

Setelah semalamam digedor dengan sesuatu yang melelahkan fisik dan mental, saya ingin menikmati kesendirian itu. Sebelumnya saya biasa sarapan di depan komputer sambil baca-baca berita dan email. Banyak banget sebenarnya ajakan untuk sarapan bersama di ruangan itu oleh teman-teman. Tapi saya bergeming. Enakan juga makan sendiri di depan benda mati yang seolah-olah hidup ini.

    Herannya pagi ini entah kenapa nasi uduk yang saya santap tidak senikmat hari-hari kemarin? Ada yang dipikirkan? Tentunya ada. Tak perlu diungkap di sini. Walau demikian nasi uduk itu habis juga meskipun saya kunyah perlahan-lahan.

    Hari ini berat sepertinya, tidaklah seperti Kamis yang Ringan yang dulu pernah saya ungkap. Karena sisa semalam masih menumpuk, dua berkas persidangan, jadwal menunggu yang lama, dan waktu yang berjalan lambat. Apa coba yang bikin hidup elo tambah hidup hingga waktu berjalan cepat dan tidak terasa?

    Teori Relativitas Einstein menyadarkan saya tentang dimensi waktu. Sedetik memegang cawan panas seperti waktu dihentikan tak pernah bergerak, dan satu jam melakukan sesuatu atau bersama yang kita cintai seakan satu detik saja. Lebih rumit sedikit adalah tentang dimungkinkannya kita untuk bergerak lebih lambat atau lebih cepat daripada kecepatan cahaya tetapi tidak mungkin dapat bergerak sama dengan kecepatan cahaya itu sendiri. Tak mengerti? Ya sudah abaikan saja…

    Apapun itu, pagi ini saya menikmati kesendirian itu. Sampai kapan?

 

***

 

Riza Almanfaluthi

presisi yang sia-sia, giza runtuh

dedaunan di ranting cemara

07:49 17 Maret 2011

Advertisements

One thought on “MENIKMATI KESENDIRIAN

  1. jangan berlama lama menikmati kesendirian Bi. Berbahaya
    Yang abi harus tahu, dalam kondisi apa pun sekarang, ada kami yang tak akan membiarkan abi sendiri, Insya Allah

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s