yang menunggu adzan


yang menunggu adzan

 

indah sekali adzan ashar itu terdengar

hingga meluluhlantakkan

hasrat dirinya yang jumawa

terjun ke langit

lalu ia rindu pada shalatnya

 

indah sekali rakaat ashar itu didirikan

hingga membasahi sajadah

menghitung titik-titik gelap di hati

satu persatu

lalu ia rindu pada sang Penciptanya

 

berharap ia segera menemui-Nya

tapi ia sadar bahwasanya

ada asa banyak jiwa

yang disandarkan padanya

 

tapi ia rindu pada adzan itu

rindu pada asharnya

rindu pada getarannya

lalu bagaimana?

karena ia tahu

semakin banyak waktu yang menjauhinya

semakin jauhlah ia mengulang keindahan itu

semakin jauh

semakin

 

ia cuma menunggu sahaja pada akhirnya

menunggu adzan

menunggu ashar

menunggu

 

aku?

hanya bisa iri padanya

 

***

 

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

15:52

 

 

Advertisements

One thought on “yang menunggu adzan

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s