JIKA KOMITMEN ANDA LURUS


JIKA KOMITMEN ANDA LURUS

 

Ikhwatifillah di era keterbukaan seperti ini, di saat para ikhwah memikirkan bagaimana wasilah dakwah ini memenangkan kebenaran melalui kekuasaan maka saya jumpai beberapa hal yang kurang berkenan dalam hati saya sehingga membuat saya berpikir kembali tentang adanya pertolongan Allah. Bagaimana  mungkin pertolongan Allah akan datang jika kita tidak memenuhi syarat-syaratnya. Lalu pertolongan itu hanya menjadi sekadar utopia.

Adzan berkumandang syura jalan terus. Syura yang terkadang diselingi dengan ghibah, dan tanpa ruh. Syura yang sampai dini hari tetapi sholat malam terlewatkan dan di kala shubuh menjelang menjadi orang-orang yang terlelap di balik selimut yang menghangatkan tubuh.

Kemalasan dalam mengikuti syura, kehilangan orientasi dalam berdakwah sehingga tidak mengerti mengapa kita dulu yakin dengan dakwah lalu sekarang tidak? Lalu menggugat peran Anda dalam dakwah yang sekadar prajurit –yang menurut Anda adalah jongos murabbi dari perbedaan kasta antara sebutan kader khas dan selainnya. Lalu mana ekspresinya…? Ekspresi Anda dalam berkomitmen terhadap dakwah ini.

Bolehlah Anda semua syura sampai jam tiga pagi tetapi Anda tetap harus menjadi prajurit-prajurit yang tetap mengisi waktu malam-malamnya dengan satu dua rakaat qiyamullail. Dan Anda tetap sebagai prajurit yang paling awal datang di masjid terdekat rumah Anda, yang berdiri di shaf terdepan lalu mengumandangkan adzan shubuh yang menggetarkan hati. Lalu Anda tetap sebagai prajurit profesional yang berangkat di pagi buta untuk melasanakan pekerjaan kantor Anda. Dan Anda tetap menjadi teladan bagi teman-teman Anda di kantor. Jika tidak? Raguilah komitmen Anda!

Dan saya menemukan taujih yang sangat berharga dari sebuah buku yang ditulis oleh Muhammad Abduh yang dalam terjemahannya buku tersebut berjudul Komitmen Da’I Sejati. Dan akan saya sampaikan kepada Anda semua ulasan yang menggigit kesadaran Anda dan saya ini.  

Ikhwatifillah keputusan Anda untuk bergabung dalam gerakan dawah menuntut Anda untuk senantiasa meluruskan dan memperbarui komitmen Anda supaya tidak ada lagi awan keraguan yang menyelimutinya. Dalam setiap amal dan aktivitas yang dilakukan, seharusnya Anda senantiasa mengingat bahwa Anda telah terikat dengan prinsip-prinsip dakwah dan dituntut untuk selalu istiqomah dengan semua aturan dan tata tertibnya.

Terutama ketika Anda mengetahui bahwa dakwah yang digelutinya bersifat islami, yang mengadopsi prinsip-prinsipnya dari peraturan-peraturan Allah dan undang-undang langit. Saat itu Anda sebagai prajurit dakwah harus menyadari bahwa banyak konsekuensi dan amanah yang harus ditunaikannya dengan sempurna.

JIka komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, maka tidak akan, Anda dan teman-teman Anda, berguguran di tengah jalan. Dakwah akan terus melaju  dengan mulus untuk meraih tujuan-tujuannya dan mampu memancangkan prinsip-prinsipnya dengan kokoh.

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, niscaya hati sekian banyak orang akan menjadi bersih, pikiran mereka akan bersatu, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat akan jarang terjadi.

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, maka sikap toleran akan semarak, rasa saling mencintai akan merebak, hubungan persaudaraan semakin kuat, dan barisan para da’i akan menjadi bangunan yang berdiri kokoh dan saling menopang.

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, maka Anda tidak akan peduli saat ditempatkan di barisan depan atau belakang. Komitmen Anda tidak akan berubah ketika ia diangkat menjadi pemimpin yang berwenang mengeluarkan keputusan dan ditaati atau hanya sebagai jundi yang tidak dikenal atau tidak dihormati.

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, maka hati Anda akan selalu lapang untuk memaafkan setiap kesalahan saudara-saudara seperjuangannya, sehingga tidak tersisa tempat sekecil apa pun untuk permusuhan dan dendam.

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, maka sikap toleran dan saling memaafkan akan terus berkembang sehingga tidak ada momentum yang akan menyulut kebencian, menaruh dendam, dan amarah. Namun sebaliknya, semboyan yang diusung bersama adalah, “saya sadar bahwa saya sering melakukan kesalahan, dan saya yakin Anda akan selalu memaafkan saya.”

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, maka tidak mungkin terjadi kecerobohan dalam menunaikan kewajiban dan tugas dakwah. Namun yang terjadi adalah fenomena berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan dan bersungguh-sungguh untuk mencapai derajat yang lebih tinggi.

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, maka Anda akan sangat menghargai waktu. Bagi setiap da’i tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena Anda akan selalu menggunakannya untuk beribadah kepada Allah di sudut mihrab, atau berjuang melaksanakan dakwah dengan menyeru kepada kebaikan atau mencegah kemungkaran. Atau menjadi murabbi yang gigih mendidik dan mengajari anak serta istrinya di rumah. Da’i yang aktif di masjid untuk menyampaikan nasihat dan membimbing masyarakat.

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, maka setiap Anda akan segera menunaikan kewajiban keuangan untuk dakwah tanpa dihinggapi rasa ragu sedikitpun. Semboyannya adalah: “apa yang ada padamu akan habis dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal.”

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, maka setiap Anda akan patuh dan taat tanpa merasa ragu atau bimbang. Di dalam benaknya, tidak ada lagi arti keuntungan pribadi dan menang sendiri.

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, maka dari diri Anda akan muncul fenomena tadhhiyah (pengorbanan) yang nyata. Tidak ada kata “ya” untuk dorongan nafsu atau segala sesuatu yang seiring dengan nafsu untuk berbuat maksiat. Kata yang ada adalah kata “ya” untuk setiap perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah.

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus, maka setiap Anda akan menaruh kepercayaan yang tinggi kepada para pemimpin fikrah. Setiap Anda akan melaksanakan kebijakan pimpinan Anda  dan menegakkan prinsip-prinsip dakwah di dalam hati Anda.

Jika komitmen Anda terhadap dakwah benar-benar tulus,  maka setiap diri Anda yang kurang teguh memegang komitmennya akan menangis, sementara yang bersungguh-sungguh akan menyesali dirinya karena ingin berbuat lebih banyak dan berharap mendapat balasan serta pahala dari Allah.

Kini saatnya Anda mulai berkaca diri. Sudahkah komitmen itu lurus tanpa sedikitpun melenceng? Jika tidak, Anda sangatlah layak untuk menelanjangkan diri Anda dari sebutan sebagai prajurit-prajurit dakwah yang hanya membuat syirik kecil di hati Anda semua itu.  Rasa kagum dan bangga Anda terhadap dakwah ini tidaklah cukup menjadi indikator afiliasi dan positif bagi Anda jika komitmen terhadap semua yang disebutkan di atas hanya di atas kertas dan cuma berada di kepala Anda semata tetapi minim dari aplikasi nyata. Jikalau demikian dakwah sungguh tidak butuh Anda dengan sekepasitas itu! Jangan pernah menjadi keledai yang tidak tahu manfaat dari buku-buku yang digendong di pundaknya.

Ikhwatifillah saatnya Anda pertanyakan kepada diri Anda sekarang. Luruskah komitmen Anda itu? Jika ya, jangan ragui itu.

Innamal mu’minuunal ladziina aamanuu billaahi warasuulihi tsumma lam yartaabuu…

(sesungguhnya orang-orang beriman hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan rasulnya, kemudian mereka tidak ragu-ragu…)

***

  

Maraji’: Komitmen Da’i Sejati, Muhammad Abduh

Riza Almanfaluthi

dedaunan diranting cemara

Term Anda di atas = bisa juga diartikan “saya” sebagai bahan muhasabah buat diri saya.

08:20 21 Februari 2008

        

Advertisements

3 thoughts on “JIKA KOMITMEN ANDA LURUS

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Article yang sangat menarik. Ana teringat beberapa pertanyaan sahabat ana saat liqa minggu lalu. Beliau menanyakan tentang sesuatu yang dia sesali terjadi pada kader-kader lain, tak ketinggalan terhadap yang telah berada di parlemen. Maka ana hanya bisa memberikan sebuah pandangan:

    “Ya akhi, sesungguhnya penyakit futur itu bisa menyerang dan menjangkiti siapa saja tanpa terkecuali. Tetapi muslim yang unggul adalah muslim yang tidak terpengaruh dengan kondisi ekternalnya. Jadilah figur qudwah yang selalu memberi contoh tanpa perlu berkata. Kembalikan niat ikhlas awal bergabung dalam wasilah dakwah apapun hanyalah untuk Allah. Kesampingkan segala situasi yang terjadi, apa lagi yang belum terjadi, karena itu semua adalah atas kehendak Allah. Dan kita terlepas dari tanggung jawab tersebut, kecuali kalau kita tahu kekeliruan yang terjadi kemudian kita tidak berbuat apa-apa bahkan menjadi bagian dari kekeliruan tersebut.

    Lihatlah segala sesuatunya secara luas dan dari berbagai sudut pandang. Bukan hanya dari sudut pandang kita yang selalu su’udzhan terhadap orang lain. Atau sudut pandang orang-orang yang membenci kita. Tetapi latihlah hati kita untuk selalu berhusnudzhan dan bersih dari prasangka-prasangka iri, dengki terhadap kemujuran yang diterima orang lain. Karena dibarisan manapun kita berada, ketergelinciran itu pasti akan ada. Justru yang seharusnya kita khawatirkan adalah ketika ketika kita tidak menjadi bagian atas perubahan yang sedang dilakukan. Janganlah kita seperti kaum nabi Musa yang mengatakan,

    قَالُواْ يَا مُوسَى إِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا أَبَداً مَّا دَامُواْ فِيهَا فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

    Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja”. (Qs. Al-Maidah:124)

    Kereta dakwah, akan terus berjalan, dengan ataupun tanpa kita. Barakallahu fiikum.

    Like

  2. “Kereta dakwah, akan terus berjalan, dengan ataupun tanpa kita.”

    cuman ngutip. betul sekali…. kita semua berperang dengan keyakinan dan komitmen kita masing-masing.

    mas, saya stres di DJP, haruskah eksodus atau tetep nuruti ibu saya yang “nak, mending jadi lilin di tengah gulita daripada jadi obor di siang yang benderang…”

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s