Hari Ketika Saya Tidak Tahu Apa yang Sedang Terjadi


Pesawat Batik Air terbang meninggalkan landasan Bandara Soekarno Hatta pada dini hari pukul 00.45, tepatnya pada Jumat 13 Maret 2026. Pesawat ini hanya diisi sekitar tiga puluhan orang. Kursi penumpang banyak yang kosong. Dua kursi di samping saya juga kosong. Sebelum terbang, pramugari meminta kesediaan saya pindah ke kursi darurat.

Saya membawa roti dan air minum yang saya siapkan untuk sahur. Saya sempat bertanya kepada pramugari apakah pilot atau awak kabin akan mengumumkan waktu sahur dan salat Subuh. Ia mengiyakan. Sampai di sini saya sudah cukup tenang.

Continue reading Hari Ketika Saya Tidak Tahu Apa yang Sedang Terjadi

Internet Do Magic: Kali Ini Bukan Tipu-Tipu


Suatu ketika ada pesan masuk di DM Instagram saya.

“Maaf, Pak. Saya mau bertanya apakah Bapak tahu dengan Ibu Ayu Endah Damastuti? Beliau tertinggal dompetnya, Pak. Saya lihat biodatanya yang muncul berfoto dengan Bapak,” tulis laki-laki itu dalam pesan tersebut.

Baca Lebih Lanjut

Lagi, Kisah Nyata Tentang Keajaiban Sedekah dan Istighfar: Mukidi dan Dompetnya



Sore di Banda Aceh. Senja sudah mulai turun. Jalanan ramai dengan kendaraan. Mukidi menunggui mobil yang sedang diperbaiki di salah satu bengkel yang berada di Peunayong. Sudah dari kemarin Mukidi datang ke kota ini. Ada banyak urusan yang kudu diselesaikan. Niatnya malam ini harus kembali ke Tapaktuan.

Lagi suntuk-suntuknya menunggu tiba-tiba Mukidi teringat dengan dompet tempat Mukidi banyak menaruh kartu-kartu penting. Ada kartu pegawai, kartu BPJS, dan kebanyakan uang plastik. Jantung langsung copot. Tak ada! What? Astaghfirullah. Kemana dompet itu? Mukidi memeriksa tas kecilnya bermerek Bodypack warna hitam. Tak ada.
Baca Lebih Lanjut.