Bertahan Hidup dengan Memakan Krupuk dan Gorengan Tetangga


Jalan nasional Banda Aceh-Lhokseumawe yang terendam banjir.

Hujan terus-menerus selama sepekan di Lhokseumawe menjadi tanda kedatangan Siklon Senyar. Fenomena cuaca yang jarang terjadi di daerah khatulistiwa.

Pada Selasa malam, 25 November 2025, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lhokseumawe Firman Tatariyanto sudah mewanti-wanti seluruh pegawai KPP untuk bersiap siaga. Puncaknya pada keesokan hari. Banjir besar melanda kota terbesar kedua di Aceh. Jalan nasional Lhokseumawe—Bireuen lumpuh. Lhokseumawe pelan-pelan terendam, listrik padam, dan jaringan telekomunikasi lumpuh.

Continue reading Bertahan Hidup dengan Memakan Krupuk dan Gorengan Tetangga

RIHLAH RIZA #69: Saat Bangun Tidak Capek itu Sebuah Kenikmatan



Rakorda di Lhokseumawe menyisakan sesuatu yang mengesankan buat saya. Bukan tentang rakordanya, kotanya, atau apanyalah. Tapi satu hal: bus malam jurusan Lhokseumawe-Medan. Ceritanya begini.

Akhir pekan setelah rakorda saya tidak kembali ke Tapaktuan. Sudah waktunya saya pulang ke Bogor. Dari Lhokseumawe banyak moda transportasi menuju Medan. Bisa travel, bus, ataupun pesawat. Saya pilih bus, karena pesawat baru bisa terbang besok sore. Sayang banget dengan waktu yang terbuang hanya seharian menunggu pesawat.

Di Lhokseumawe ada banyak bus. Entah bus yang berangkat langsung dari Lhokseumawe itu sendiri atau bus dari Banda Aceh yang mampir di kota ini. Jadi saya masih banyak disuguhkan alternatif moda transportasi.

Baca Lebih Lanjut.