rangkullah matahari
membulat di depan mata
di ujung jalan menukik menaik
tanganku mengais-ngais
remah-remah kerinduan
dan puntung-puntung asa
sore esok
ia masih membulat di depan mata
aku tak terkejut
dedaunan di ranting cemara
masih di senja citayam bukan di amsterdam
20:36 28 Agustus 2005