Mengenangmu


mengenangmu adalah
mengurai benang panjang kesedihan
yang senantiasa tersulam
dalam setiap helai nafasku

mengenangmu adalah
mengurai benang panjang kesedihan
yang membuat mata tak mampu terpejam
yang membuat hati tak mampu menghalau resahku

mengenangmu adalah
mengurai benang panjang kesedihan
yang tak sempat aku pintal kembali
tak ada yang tersisa setelah itu
tersapu bayu kesahmu

***dedaunan di ranting cemara setelah rehat
di antara satu bait yang jadi terhapus:

mengenangmu adalah
mengurai benang panjang gombal gambul
yang masih saja kau mau mendengarnya
tak ada yang terlewati satu huruf pun
hingga kau membiru, menge-pink, hingga berdarah-darah
Masya Allah…

Tinggalkan Komentar:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.