Kau adalah Ia


1. suatu saat aku sempat menggombal padamu:

kau adalah ia
yang menggores putihnya kertas
menjadi bait-bait terindah di ujung lidah

kau adalah ia
yang memahat kerasnya karang
menjadi relief-relief magis di setiap rabaan

kau adalah ia
yang melukis birunya langit
menjadi mozaik awan di setiap pandangan

kau adalah ia
yang mengukir liatnya jati
menjadi kepingan-kepingan terhalus di ujung jari

lalu…
di setiap goresan
di setiap pahatan
di setiap lukisan
di setiap ukiran itu,
aku siapanya ia

2. tapi dua tahun enam bulan tujuh hari sudah, baru sempat kau jawab gombalku itu:

kau adalah ia
yang padanya kucoba labuhkan cinta

kau adalah ia
yang dengannya lahir dua pasang mata

tapi kau memang bukan IA
yang memiliki labuhan cinta sejati
yang tak pernah melukai

***
dedaunan di ranting cemara
di antara kelindan para putera Jayengrana: Subrangti dan Menak Subrangta
5:51 30 Juli 2005

Tinggalkan Komentar:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.