Istriku: Aku Minta Izin Berpoligami


21.7.2005 – Istriku: Aku minta ijin padamu untuk berpoligami (ternyata aku bukan mentari)

Poligami, salah satu perbendaharaan kata yang jauh dari pencapaian pemikiranku. Indah tak tergapai. Suci namun tak ringan. Pahala jika adil. Mengutip perkataanku sendiri di era kampus dulu: “tak terlihat tak tersentuh”.
Diskusi poligami pun selalu mentok dengan “andai itu terjadi, biarkan aku pulang ke rumah orang tuaku”. Lalu pada akhirnya aku pun harus berkata: “aku belum (aku harap takkan pernah) bisa berpisah denganmu.”
Lalu dengan ini: “Walaupun kau tidak rela, jangan sekali pun keluar dari bibirmu yang manis, bahwa kau menentangnya. Karena sesungguhnya ia adalah suatu hukum yang niscaya adanya, qoth’i. Ia pun adalah salah satu fragmen indah kehidupan Teladan Agung Rosululloh SAW.”
Tapi Sayangku…., itu bukan pembenaran untukku. Karena ia butuh syarat berat untuk memenuhinya. Pikirmu aku sudah punya akhlaq sekapasitas para sahabat nabi yang mereka semuanya berpoligami? Ah, tidak…aku tidak pernah membayangkan dapat dibandingkan dengan mereka. Namun aku pun punya cita-cita tertinggi meniru segala akhlaq mereka.
Tiba-tiba aku berpikir, kelak, saat kau mengizinkanku. “Akankah aku siap…? Entahlah…, lalu pada akhirnya aku pun harus berkata: “aku belum (aku harap takkan pernah) bisa berpisah denganmu.”
******
“Hei…pagi ini apa yang sedang kau lamunkan?”sisi lainku berkata. “Kenapa kau memikirkan ini…?”
” Ah tidak, soalnya tadi pagi aku menerima email lucu sebuah puisi dari seorang kawan di milis. Tentang poligami. Jadi merangsang syaraf kecil di sebelah kananku untuk sedikti menulis ini.”
“Bisa kau perdengarkan puisi itu…?” pinta sisi lainku.
“Oh tentu…buatmu tiada yang bisa aku tolak”.
Puisi suami yg minta ijin poligami :

Istriku,
jika engkau bumi, akulah matahari
aku menyinari kamu
kamu mengharapkan aku
ingatlah bahtera yg kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
lantas aku ingat satu hal
bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yg juga mengharap
aku sinari
Jadi..
relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku
menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati
dan Tuhan pun tak marah…

Balasan Puisi sang istri …

Suamiku,
bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yg pernah TUHAN
ciptakan karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan akupun juga
tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
TAPIIIIIIII..
bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi
menyinari planet lain!!!
karena kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi
bercerminlah pd kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang
pencahayaanmu yg telah aku mengerti utk tetap menguak mata
coba liat siapa dirimu… MENTARI atau lilin ? Plis deh gitu lho …
——Yuandi Oktarinda——
aku pikir aku bukan lah MENTARI, aku hanya sejengkal lilin 5 watt belaka (bahkan dalam krisis BBM ini aku terasa makin padam)
duh Rabb…
dedaunan di ranting cemara
dengan terburu-buru
di antara waktu yang memburuku untuk menyelesaikan SPMKP
08:08, 21 Juli 2005

9 thoughts on “Istriku: Aku Minta Izin Berpoligami

  1. Andai yang mau berpoligami mau menimbang, mengingat dan memutuskan seperti anda. Pasti yang terjadi adalah Poligami yang Sehat dan tidak berdasarkan hawa nafsu belaka.

    Like

  2. Andai rosul s a w hidup di zaman skrg pun akan didustakan..Hanya perkara poligami..Tdk hny ust Gym….Ikhwan fillah ketahuilah tingkat ibadah ini (poligami) sulit n indahnya ibadah inipun tdk bs dilukiskan atau didefinisikan…Didalamnya ada pengorbanan yg berat…Hny hamba yg muhlisinalahuddin yg bs…Ini realita bukan maya…Angkatlah ia walau berat..Dibaliknya ada sebongkah indahnya ibadah…Ketika antum sklian dicemo o dicibir dsb….Akan nyata siapa diakhir zaman masih pegang teguh pd Allah n Rosulnya …Akan dianggap G..I..L..A…..Selamat berjuang jgn rela mereka padamkan api islam…Allahu Akbar

    Like

  3. Yang simpel-simpel saja, bagi yang ingin poligami ya harus punya duwit banyak dulu, baru kemudian bisa berlaku adil. Kalau dengan satu istri saja tidak berkelebihan, tidak usah lah mikir poligami. Istri satu saja nggak habis.

    Like

  4. Salam mas riza…
    lama tak jumpa.
    untuk poligami (poligini yg bener coz islam ga memboleh kan wanita punya suami banyak. poligami itu bisa untuk laki atau perempuan), kita harus mentarbiyah diri sendiri, lalu istri, orangtua kita, orangtua istri, lalu keluarga besar kita, lalu keluarga besar istri, lalu calon istri kedua, lalu orangtua calon istri kedua, lalu keluarga besar calon istri kedua, dst… hmmm…

    tapi, bagi wanita yang ga mo dipoligini, kan bsia minta syarat nikah? sepengetahuan dari fatwa ulama ada 4 syarat yang bisa diminta wanita yang dikhitbah (tapi sebenarnya asal ga bertentangan dengan hukum syari boleh aja minta yg lain), antara lain:
    1. syarat dibolehkan mengajar
    2. syarat dibolehkan belajar
    3. syarat tidak mau dibawa keluar daerahnya
    4. syarat tidak mau dipoligini

    jd kalo ga mo dipoligini, minta syarat itu aja. beres kan? hehe.

    dp

    Like

  5. Mas Riza, saya baru kali ini mengunjungi blog Anda sekedar baca artikel mengenai obat wasir…. Akhirnya waktu makan siang ini saya gunakan untuk menjelajahi isi blog Anda dan subhanallah, isinya mengagumkan dan mengundang hasrat saya untuk lebih menumpahkan inspirasi di hati dan kepala saya.
    Hanya satu pertanyaan saya buat Anda Mas, … bagaimana mungkin Anda ciptakan blog berkualitas ini di tengah aktivitas Anda sebagai pegawai publik yang menanggung beban berat ‘menghidupi’ Negara ini??? Apakah waktu kerja Anda begitu luangnya sehingga Anda mampu menumpahkan seluruh porto-folio Anda – pengalaman kerja,tarbiyah, berbagai artikel & puisi – yang jika saya bisa berikan score, berkisar di bintang 4-5???
    Sungguh saya yang pegawai perusahaan swasta yang kembang kempis sangat ingin berkreasi seperti ini, suatu hal yang mungkin akan dapat saya lakukan saat saya bekerja secara independen, tidak perlu ngantor dan tidak dipusingkan oleh berbagai persoalan cashflow perusahaan, omelan supplier yang belum dibayar, jengkel dengan atasan yang punya banyak kemauan, dan rutinitas lainnya…
    Thanks atas sharingnya, insya Allah membawa perbaikan dan manfaat bagi diri saya..

    Riza: semua berpulang pada manajemen waktu. Malam menjadi waktu yang tepat untuk menuangkan kratifitas. Siangnya baru upload. Gitu saja Mas. Ohya rumput tetangga selalu lebih hijau. itu kebanyakan manusia dalam menilai. Banyak bersyukur adalah kunci untuk meleapskan dari jerat sawang sinawang.

    Like

  6. tapi jika poligami di sunatkan dalam islam tentu para suami (dalam islam) semuanya harus punya banyak isteri (karena disunatkan), dari itu terjadi poligami dalm islam jangan salah diartikan, yg jelas islam bukan penganut paham poligami. inilah yg harus di mengerti benar.

    Like

Tinggalkan Komentar:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.