Ini adalah persaksian dari berbagai teman yang bersentuhan dengan dakwah tarbiyah yang mubarokah ini. Semoga ini meneguhkan azzam agar kita semua tetap berjalan di atas jalan dakwah ini. Betapa banyak orang brutal, orang setengah gila, penuh kejahiliahan di masa lalu berubah 180 derajat ketika memahami nilai-nilai tarbiyah.

Apalagi orang yang dulunya penuh dengan kesalehan bahkan menambah semangatnya dalam berislam dan berjama’ah dan menyadari bahwa sesungguhnya untuk memasuki pintu surga tak mungkin dengan memikirkan dirinya sendiri, ia perlu mengajak yang lainnya agar menikmati kenikmatan surga itu. Maka berjama’ahlah mereka, bersama-sama mencari keridhoan Allah, berjihad dengan harta dan dirinya, dan sesungguhnya mereka termasuk ke dalam golongan orang-orang yang benar.

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Jalla Jalaluhu, kami memujiNya, memohon ampunan dan pertolonganNya. Kami berlindung kepadaNya dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Siapa yang ditunjuki Allah Jalla Jalaluhu niscaya tiada yang menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkanNya tiada pula yang menunjukinya, Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah satu-stunya, tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan RasulNya.

Semoga ini bisa mencerahkan Anda semua:

Apa yang kudapat dari tarbiyah:

Inilah jawaban mereka:

1. wonggrage: dapet istri  
2. Imoet: dapet PR hafalan juz 29
3. Fathur: (Personil Grup Nasyid Izzis, IZIS, Izzatul islam)

KESEDERHANAAN DAN RASA TAWADHU’….

ya, kudapatkan praktek hidup sederhana dan tawadhu’ dalam tarbiyah ini…khususnya kudapatkan dari MR ku…..

sebagai seorang aleg, umumnya kehidupannya relatif mapan…. tapi tidak demikian dengan sang MR…

pernah suatu ketika, selepas sholat magrib aku berniat silaturrahim ke rumah kontrakannya (bisa dibayangkan, anggota dewan kok rumahnya ngontrak, cuma tipe 36 pula)…. tapi, sebelum ke rumahnya, entah tiba2 aku pengen membeli sesuatu sebagai buah tangan buat keluarganya…. dan akupun beli martabak telor dan sate….

singkat cerita, sesampai didepan pintu rumahnya yang masih tertutup, kudengar rame suara anak2 sang MR yang sedang ‘berteriak2’ kepada sang ummi…. “mi laper…laper…”

“sabar…tunggu abi pulang…” jawab sang ummi…

tiba2 tak sadar mengalir butiran2 bening dari mata ini…. Ya Allah… hikmah apa yang sedang Kau tunjukkan padaku ? ada keluarga yang anaknya kelaparan sementara di rumahnya ga ada sesuatu yang bisa disantap, dan sang ummi pun tidak memegang uang buat belanja ?

akhirnya, dengan ‘hati yg berat’ kuketuk pintu rumah tsb.. dan keluarlah sang ummi sambil mengabarkan bahwa abinya belum pulang, jadi saya diminta nunggu diluar saja….

belum sempet menjawab, segera kuberikan buah tanganku tadi ke sang ummi… dan sang ummi segera membuka dan ‘menyerahkan’ kepada anak2nya yang sudah tidak tahan lagi menahan lapar….

sementara aku hanya duduk merenung di kursi teras rumah sang MR….

ternyata kita ‘satu almamater’

sewaktu nemeni ust HNW jaulah ke NTB th 2004 lalu…. ketika ada kesempatan ngobrol berdua… saya ditanya oleh beliau seputar liqo saya….ketika kujawab, saya sejak taun 2002 hijrah ke Depok, dan sekarang bersama ust. ****…. ternyata ust HNW langsung menimpali, “…. beliau dulu juga menjadi MR saya di taun 80-an….”

saat itu saya kaget sekali mendengar penuturan ust HNW… karena MR ku memang ga pernah crita sama sekali bahwa beliau pernah menjadi MR presiden PKS…

‘ternyata kita satu almamater ustadz…” kataku kepada ust HNW dan beliau tersenyum….

kaifal-haal ya ust ?

waktu itu, di DPD Depok ada acara taujih Presiden PKS (ust Tiffatul S).. dan saya alhamdulillah termasuk yang hadir di acara tsb…. seperti biasa, saya selalu menganbil posisi duduk di kursi terdepan, yang terdekat dengan sang muwajjih…..

critanya, ketika pak Tiff memulai taujihnya, setelah mengucap puji2an dan shalawat, beliau mencoba memperhatikan satu persatu peserta yg hadir…. hingga, sampailah pada satu ikhwan, dan pak Tiff pun menyapa, “kaifal-haal ya Ustadz ?” sang ikhwanpun menjawab alhamdulillah…. lalu pak Tiff mengabarkan bahwa, beliau pernah menjadi binaannya sang ikhwan yg’ustadz’ tadi…. adapaun saya, hanya berulang2 tasbih…. karena, sang ikhwan– ustadznya pak Tiff, adalah ustdz /MR saya…. tapi MR saya ga pernah crita…

bener2 figur yang tawadhu’…..

***

Tarbiyah memang bukan segala-galanya, tapi segalanya mesti dengan tarbiyah, betul ??

***

kemampuan tadh-hiyah dan militansi…..

sisi lain yg kudapatkan dari tarbiyah adalah, kutemui banyak ikhwah yang memiliki militansi yang luar biasa kuat —khususnya ikhwah di daerah2—- juga semangat tadhhiyah yang tinggi…

saya pernah jaulah ke indonesia bagian timur, dari jakarta terbang hampir 2 jam… kemudian kami mesti nyambung transportasi laut (kapal) selama 8 jam… setelah nyampe daratan, masih nyambung lagi dengan jalan kaki sekitar 5 kiloan…..

begitu sampe tujuan, kami dapati kumpulan kader da’wah ini dengan antusiame yg tinggi…. seketika langsung hilang keletihan yang melanda kami….

th 2004 di Ternate….

waktu itu saya bersama rombongan ust Anis M, akan mengikuti syuro Tim Pemenangan Pemilu DPW Malut…. selepas sholat isya dan santap malam, saya sempatkan ngobrol dengan ust Kasuba bersaudara, ust Abd Ghani Kasuba dan adiknya, ust Muhammad Kasuba…. satu hal yg saya tanyakan kepada beliau2 adalah tentang rutinitas syuro dpw, karena setau saya dpd2 nya saling terpencar pulau2nya… dari qiyadah tsb saya ketahui bahwa syuro disana paling cepat dimulai pukul 10 atau 11 malam waktu setempat… karena mesti nunggu dulu utusan2 dpd yg mesti ‘ngapal’ dulu untuk bisa hadir ke ternate…

dan saya rasakan sendiri…ketika itu syuro dimulai hampir jam 11…. tapi saya tidak melihat diantara yg hadir kecapean, apalagi ngantuk… yang kutemui adalah semangat yg membara diantara mereka untuk memenangkan da’wah ini di wilayah mereka…. Allahu akbar…

syuro selesai 30 menit sebelum adzan subuh dikumandangkan….

libur lebaran 2 th lalu….

seperti umumnya org indonesia, tiap lebaran org2 pada mudik. Tak terkecuali saya. Dan setiap kali saya mudik —baik ketika lebaran maupun non lebaran— saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk silaturrahim ke DPD atau DPC…

tapi, lebaran 2 th lalu ada yg sedikit berbeda… di awal ramadhan saya sudah dikontak, ditanya mudik apa nggak… soalnya ada acara temu kader. “halal bi halal” begitu biasa disebut…

singkatnya, saya pun diundang agar bisa hadir di acara tsb… karena melibatkan kader dari 3 kota, Batang, pekalongan, pemalang, dan sebagian dari tegal….

saya pun hadir di acara tsb. dan bersyukur bisa bertemu dengan ratusan kader yang semangat militansinya subhanallah…. saya ngobrol dengan beberapa ikhwah dari kabupaten pemalang, tentang asal usul mereka dan pengen tau geliat da’wah disana….

saya menjadi semakin senang ketika mereka bercerita, bahwa untuk bisa hadir di acara tsb, mereka harus menyiapkan diri sejak usai sholat subuh…karena disana belum ada angkutan…jadi mesti jalan kaki dulu sepanjang 3 kiloan…setelah itu baru ‘nyegat’ mobil yang akan menuju kota (lagi2 bukan mobil angkutan umum)….

“saya mesti harus banyak belajar dari antum semua ya akhi…” demikian hatiku berkata…..

***

salah satu yg kudapatkan dari tarbiyah adalah, bisa bertemu & kenal dg ikhwah yg ternyata lucu2…bikin seger…. alapagi kalo mukhoyyam, atau demo, selalu ada yg bikin perut sakit karena g nahan ketawa…

4. Mbah Buyut: Sering dauroh di puncak, dapet isteri, naik gunung gede dan lawu, terbang ke surabaya medan aceh gratis, dlsb.

5. Al quds: dapat banyak teman

6. Aqqa  : 

Di tarbiyah, jadi sadar. Rindu dengan Baitullah. kemudian dipanggil oleh Allah. Berangkatlah kita. So ikuti terus tarbiyah. Insya Allah panggilan akan segera datang.  

Dekat dengan Allah

Dulu Rocker sekarang belajar ‘sibuker’ (dalam dakwah)

7. Riza Almanfaluthi :

Alhamdulillah berhenti merokok, setelah kecanduan sejak SD.

 8. Evanz:

dapat merasakan nikmatnya hidayah, memang benar sungguh sebuah kenikmatan tiada tara bahwa kita masih diberi kekuatan jiwa dan raga oleh Alloh untuk senantiasa iltizam dalam Islam

sy rasakan tarbiyah ini benar-benar mengajari kita bagaimana ber-Islam dgn syamil, kamil, dan mutakamil.. semoga Alloh senantiasa menguatkan hati sy untuk terus mantap menjalani jalan ini

jadi ingat masa awal-awal ngaji, ingat kesederhanaan dan ketawadhu’an MR ketika SMA, dengan sabar membimbing, ketika itu masih polos, ini ngaji apa yah..

Sesungguhnya Engkau tau bahwa hati ini tlah berpadu
berhimpun dalam naungan cinta-Mu
bertemu dalam keta’atan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatan-Nya
kekalkanlah cinta-Nya
tunjukilah jalan-jalan-Nya
terangilah dengan cahaya-Mu
yang tiada pernah padam
ya Rabbi bimbinglah kami

— 

9. Julianti:

Punya kekuatan dalam beramal…. dan lapang dada meninggalkan dunia panggung

Pengalaman hidup yang luarr biasa…. sulit untuk diungkapkan.. sehingga saya bertemu dg jodoh saya sekarang

10. Jund1:

Aku belajar tentang cinta..

Di awal-awal aku belajar merasakan cinta, dari Rabb ku, dari mr2 ku, belajar menerimanya dengan pantas..

selanjutnya aku belajar memiliki cinta, yang harus teraplikasi dalam amal2ku, harus kubuktikan dengan ta’atku..

selanjutnya aku belajar menebar cinta, tidak hanya bahagia dengan cinta yang kurasakan dan kumiliki, tapi bagaimana orang-orang disekitarku juga merasakannya..

lebih lanjut.. aku belajar mencinta dengan sebenar-benarnya, ikhlash dan dewasa dalam menebar cinta..

Tarbiyah.. semua tentang cinta, cinta yang indah, cinta yang sejati, cinta yang abadi..

Apa ya ini… 

11. Pak Tua:

SEMUA KEBAIKAN YANG ADA DIDALAM DIRI INI …

INSYA ALLAH!!

12. izzat:

Lingkaran kecilku telah memberiku banyak pelajaran tentang arti kehidupan ini. Dan meskipun dengan tertatih, aku selalu ingin berusaha membenamkan setiap pelajaran itu dalam setiap jejak kehidupanku.

Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang faham, aku memaknainya dengan berusaha mengerti Islam dan segala sesuatu yang aku jalani atas namanya. Kebanggaanku hanyalah karena kemuliaan dan kejayaannya. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang ikhlas, aku mengartikannya dengan selalu berusaha memotivasi diriku untuk terus berkarya dan memberikan setiap inchi tubuhku hanya dan hanya untukNya. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang amal, maka aku menterjemahkannya dengan berusaha memberikan kontribusi terbaikku demi kejayaan ummat yang (semoga) lebih kucintai dari diriku ini. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang jihad, akupun berusaha bersungguh-sungguh dalam setiap medan perjuangan yang harus aku lalui. Tak kupedulikan ocehan durjana yang selalu merayuku untuk mengikutinya. Tidak juga letih tubuh ini yang selalu menggodaku untuk berhenti. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang taat, maka tiada lain yang menjadi pedomanku selain Al Qur’an dan As Sunnah. Tandzim menjadi aplikasi ketaatanku pada orang-orang bertaqwa yang tertata demi kelurusan shaff barisan perjuangan suci tuk gapai sebuah cita. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang taddhiyah, maka akupun berusaha memberikan segala yang kupunya. Aku yakin, segala yang di sisiku hanyalah sesuatu yang fana, dan akan mulia ketika kuserahkan semuanya kepada Robb Semesta. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang tsabat, maka aku mengamalkannya dengan berusaha tegar terhadap segala aral menghadang. Aku yakin, tiada perjuangan yang tidak “menyakitkan”. Dan hanya istiqomah-lah, sikap terbaik untuk selalu siap menghadapinya. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang tajarrud, maka aku ingin semua titik potensiku kupersembahkan untuk da’wah ini. Aku yakin bahwa sesungguhnya aku adalah da’i sebelum predikat apapun yang melekat pada diriku. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang tsiqoh, maka aku berusaha mengesampingkan setiap prasangka yang senantiasa menusuk pikiranku. Kubalut sikap percayaku dengan iman suci penuh keyakinan pada Allah, Rasul, Islam, dan qiyadah da’wah yang bertaqwa. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang ukhuwah, akupun belajar untuk berbagi dengan saudara-saudaraku dan mengikat hati dalam tautan cinta untuk taat kepadaNya.

Semoga Allah menghimpun hati para da’i dalam cinta-Nya, yang berjumpa karena taat kepada-Nya, melebur satu dalam dakwah ke jalanNya, dan saling berjanji untuk menolong syariat-Nya.

13. masker:

Salah satu yang saya dapat dari tarbiyah ini : ukhuwah yang luar biasa.

Alhamdulillah…

14. Ekonov: (Penulis)

Ada 2 (dua) hal yg membuat saya jatuh hati pada tarbiyah ;

1. Pandangannya yg syamil terhadap Islam.

2. Pentahapannya yang jelas dan wadhih.

15. Inayah:

Yang kudapatkan dari tarbiyah……

hmm….dalam hati berkata, sebelum aku mendapatkannya….aku justru bertanya pada diriku….Sudahkan Aku Tarbiyah…?  (kayak judul kumpulan tulisannya kang Ekonov…..

Yang kudapatkan dari tarbiyah……(seurieus mode on)

Tarbiyah telah memberikan kepada diriku cara pandang baru, pensikapan baru dan perilaku baru dalam berinteraksi dengan jati diri ini, dengan agama yang mulia ini, dengan segala sisi-sisi dan tuntutan kehidupan ini.

Tarbiyah telah memberikan pencerahan kepada diriku tentang apa hakekat jati diri ini, tentang hakikat kiat mengarungi kehidupan ini, tentang tuntutan penciptaanku di bumi Allah ini, tentang pola penerimaan atas takdir-takdir Allah yang telah ditetapkan-Nya bagi diriku.    

Tarbiyah telah dengan sempurna merubah orientasi dan  cara pandangku, terhadap Sang Pencipta, Rasul2-Nya, agama-Nya, diri ini, manusia lainnya, masyarakat, ummat, alam dan akhirnya kehidupan itu sendiri……

16. Aliya:

Tarbiyah membuat diriku jauh lebih baik

Rasanya kalimat ini cukup mewakili  

17. Ummi :

Tarbiyah membuat saya tdk merasa ‘sendiri’ meskipun pada kenyataannya MR ataupun teman2 tdk membantu lgs/meringankan masalah yang sdg kita hadapi.

Pos Keluarga membuat saya dekat dengan masyarakat terutama ibu2 yg tinggal di sekitar tempat tinggal…

Yang kudapat dari tarbiyah..

Iqob plus PR….Bikin males dateng kalo belum selesai mengerjakannya….

18. Alifkecil:

yang jelas terasa bagi saya ketika kenal dengan tarbiyah.

meski sebagai perantau, membuat saya merasa tidak sendirian karena dimanapun insyaALLOH akan begitu banyak saudara yang saya miliki disini. sekalipun tidak pernah berjumpa insyaALLOH hati saya dan hati saudara2ku akan dipertautkan olehNya. begitu indah tarbiyah dan ukhuwah ini..

saya sangat senang dengan ucapan ” saya mencintai antum semua karena ALLOH SWT”. mungkin banyak diantara saudara kita yang saling mencinta tapi “malu” untuk mengungkapkan. termasuk saya..

19. Mahiya: terlalu banyak yang kudapat dari tarbiyah, walaupun belum ada yang kusumbangkan untuknya..

20. Al-Faraby:

Membuat saya merasa tidak sendiri.. ada teman2 yg senantiasa mengingatkan.. Kata Rasulullah manusia yg terbaik adalah yg apabila orang2 melihatnya, maka hati mereka menjadi ingat kepada Allah. Saya menemukan ruh itu di tarbiyah…

21. Durra: yang kudapatkan dari tarbiyah
salah sedikitnya adalah antum semua…

22.  Ibnu_Affanie: ane dulu juga males dateng klo jadwalnya kultum ama hafalan tp alahamdulillah itu sekarang jadi tantangan..untuk banyak belajar

23. Al-KHOIR: luar biasa deh pokoknya….

Apakah pembaca yang lain menikmati hal yang sama? 

44 thoughts on “YANG KUDAPAT DARI TARBIYAH

  1. aku belum lama ikut tarbiyah….baru 2,5 tahun…
    alhamdulillah….banyak yang sudah kudapat.
    tapi, koq rasanya masih ada yang kurang,y???
    salahkah saya jika ‘menduakan’ tarbiyah????

    Like

  2. Mbak Qolbi yang saya hormati, jikalau pengertian menduakan tarbiyah adalah mengikuti pengajian lain maka keikutsertaan mbak adalah hanya sekedar mengikuti “halaqah khusus” (biasanya disebut dengan pengajian atau majelis ta’lim), seperti halaqah fiqih, halaqah aqidah, halaqah akhlaq, dan lain-lain. Jadi keberadaan mbak disana hanya untuk menambah tsaqofah (wawasan) saja.
    “Murobbi” di “pengajian lain” itu hanya ditempatkannya sebagai ustadz (guru) saja. Sedang Mbak memiliki halaqah (murobbi) tarbiyah sebagai tempat meletakkan ketaataannya. Murobbi di halaqah tarbiyahlah tersebut yang ditempatkannya sebagai qiyadah (pemimpin) dakwahnya.
    Demikian semoga bermanfaat.
    🙂
    Tetap cintailah tarbiyah.
    Tarbiyah memang bukan segala-galanya, tapi segalanya mesti dengan tarbiyah, betul ??

    Like

  3. Tarbiyah adalah penjaga hatiku. Penerang arah fikiranku.
    Pengingat setiap kekeliruanku.
    Dalam ukhuwah bersama saudara liqoku, kedamaian dan keteduhan terjalain.
    Tak ternilai yang kudapat dari Tarbiyah.
    Jika tiada Tarbiyah, alangkah larutnya aku dalam godaan materidan hedonisme duniawi.
    Ya Allah, kuatkan kami dalam jalan dakwah ini.Ikhlaskan kami dalam beramal. Tuntun hati kami yang rindu perjumpaan denganmu di hari akhir nanti.
    Jauhkan kami dari dari perpecahan dan lupa diri. Jadikan dunia hanya di tangan kami dan tidak dalam hati kami.

    ***

    Riza Menjawab:
    Subhanallah, ini merupakan nasehat bagi saya juga. Terimakasih telah berkunjung di blog saya.

    Like

  4. ana ikut tarbiyah gaya liqo 4 thn,tp nggak pernah tau Aqidah yang salim,Ibadah yang shohih,cm semangat ingin mendirikan daulah semu,bagaimana bisa siapa yang akan jadi qadhi,hakim,dan aparat nya wong ttg islam sendiri bodoh,pake celana aja gak bener…huaaah

    Like

  5. Alhamdulillah saya tidak mengalami apa yang Mas Cinta Syahid alami. Saya jadi tahu aqidah yagn salim, beribadah yang benar, dan semangat mendirikan syariat di muka bumi Allah ini. Tidak hanya tiu masih banyak lagi yang saya dapatkan. Dan yang satu lagi saya jadi tahu bagaimana berukhuwah yang benar dan berakhlak yang baik. Serta tidak semabrangan untuk mencaci maki saudara seiman.
    Hati-hati dengan kesombongan yang melekat karena merasa lebih baik daripada orang-orang yang menurut antum memakai celana saja masih tidak benar.
    🙂

    Like

  6. Alhamdulillah, membaca blog ini memberikan pencerahan bagi saya. Jadi terkenang bagi para murobiyyah saya dulu dalam membentuk kami ……
    Indahnya ukhwah dalam Islam memberikan rasa tersendiri di hati. Subhanallah dimana pun bumi di pijak ketika kita menemukan saudara seIslam apalagi se tarbiyah rasanya tidak ada lagi yang perlu ditakutkan dalam kehidupan ini. Seperti rasa cukupnya kaum muhajirin dalam penerimaan kaum ashar.
    Beberapa ikhwah (baik teman liqo yang silih berganti, teman wajihah yang fluktuatif dan lainnya) datang dan pergi dalam kehidupan saya membawa kisahnya tersendiri. Saya hanya berharap jika tidak dapat bertemu semua do’a tetap terlantun semoga kita semua dipertemukan dengan barokah Allah di jannah-Nya

    Like

  7. Tarbiyah sering membantu aku saat dalam kemalasan beramal, melihat teman2 lain begitu semangat beramal menjadikan ada semangat kembali untuk beramal, syukron tarbiyahku walau kadang2 aku setengah hati mengikutinya, tarbiyah ini telah mengubah jalan hidupku……mudah2an aku dapat istiqomah ntuk tarbiyah walau mungkin ilmu yang kita dapat sedikit.

    Like

  8. Assalamu’alaikum…
    Alhamdulillah saya menemukan blog ini. Semoga menjadi awal tambahnya keberkahan bagi kita semua. Saya berterimakasih karena blog ini memberikan banyak ilmu. Salam ukhuwah…
    Wassalamu’alaikum…

    Like

  9. Assalamu’alaikum Wr Wb
    Salam ta’zhim, awalnya saya buka-buka situs salafy, pusing juga membacanya vonis, arogan(nggak mau kalah), nuansa perang, ukhuwah hanya satu garis saja, alhamdulillah setelah itu ketemu dengan situs/blog ini, jadi adem, tenang, Inilah Islam yang telah mengajarkan proses Tarbiyah Islamiyah yang membuat orang bahagia.
    salam ukhuwah dengan dedaunan di atas cemara.
    Wassalamu’alaikum Wr Wb

    Like

  10. Allahu Akbar! Alhamdulillah ane tinggal merasakan enaknya aj berukhuwwah di jama’ah ini…Salut bgt bagi para muasis yg telah diberi kesabaran oleh Allah untuk tetap mempertahankan jama’ah ini..Semoga setiap langkah kita dalam jalan dakwah ini menjadi salah satu yang Allah perhitungkan di Yaumil akhir nanti.Aamiin..

    Like

  11. Jazakallah kepada mas Rosandi yang telah sudi berkunjung ke blog ini. Dan memperkenalkan kepada saya satu istilah baru: UKHUWAH SATU GARIS. Semoga kita tidak demikian. namun menjadi atau memiliki Ukhuwah bergaris-bergaris.

    Untuk Mbak Upik, semoga Allah mengekalkan ukhuwah di antara kita.
    🙂

    Like

  12. Assalaamu’alaikum wr.wb.
    Mas Mubarak kalau memang berniat untuk ikut maka untuk lebih mudahnya datang saja ke DPRa atau DPC terdekat. Di sana Insya Allah akan ada yang bersedia mengelompokkan Mas Mubarak.

    Atau kirim emailnya kepada saya. Mungkin saya bisa menghubungkannya.
    🙂

    Like

  13. Wa’alaykumsalaam WrWb..

    Hehe… nga perlu pake email2an segala kalee.. secara dulu sudah sering berinteraksi di DSH.. (elfata)

    Gimana pak Rakyat masih ‘beraksi’ di DSH nga ?

    Like

  14. serasa membaca forum DSH di sini 🙂

    saya, mendapatkan sahabat-sahabat. mendapatkan energi baru setelah berkumpul bersama sahabat-sahabat saya. medapatkan diri saya yang lebih baik dari sebelumnya.

    Like

  15. Alhamdulillah, nyasar juga kesini. Terlalu banyak yang harus saya tutupi dari masa lalu saya. Alhamdulillah, tarbiyah menyelesaikannya, menghentikannya dan tak akan kuungkit lagi masa lalu itu…..

    Takut istri saya baca sehingga kebongkar masa lalu yang sudah tertutupi selama puluhan tahun :>)

    Like

  16. Nggak di DSH,nggak di milis,nggak disini…saya ketemu sebuah komunitas yang luarr biasa…
    salam ukhuwah buat antum semua, n buat mas riza tulisannya bisa memotivasi kita…minta ijin saya copy ya mas,buat bahan ngisi…:)

    Like

  17. alhamdulillah.. saya sangat mencintai tarbiyah ini. karena dapat menambah semangat saya untuk menjadi muslim yang lebih baik ketika melihat teman2 yang shalih..
    saya selalu merindukan saat liqoat. meskipun sambil ngantuk-ngantuk.. hehe

    Like

  18. AssW. Slm knal mas riza… Wah gak sngaja nyasar di blog ini.. Tp subhanalloh b’manfaat bgt..
    Tarbiyah ya? Oleh2 abiz lulus dr STAN kyk’a.. Tarbiyah tlah mrubah orientasi,cara pndg,visi,&misi hdp sy ke dpn mjadi yg seharusnya… Luar biasa…!
    Mas,sy br lulus STAN thn ini.dpt instansi DJP.skrg msh magang di sbuah KPP. Nnti mohon saran,bimbingan,nasihat,ato apalah bwt kbaikan ane nanti di lingkungan kerja yach..
    Salam ukhuwah…!

    Like

  19. dalam kehidupan ana, awalnya ana berfikir bahwa kita nggak harus tarbiyah namun kita cukup untuk komitmen / istiqamah dengan apa yang telah kita dapatkan, sehingga saya menjadi malas untuk menghadiri tarbiyah………………tapi kenyataan yang saya fikirkan tersebut tidaklah sesuai dengan apa yang ana dapatkan, ana merasa kosong dan tidak memiliki kekuatan dan azzm yang kuat lagi untuk melakukan ibadah…….dan Allahuakbar sekali ana tersentak….dan kuat ingin berjumpa kembali dengan tariyah dan para akhwat yang selalu menyayangi ana…………..rindu

    Riza Berkomentar:
    Semoga Allah menetapkan kita di jalan dakwah-Nya. Amin.

    Like

  20. Mau merubah nasib Anda jadi Jutawan?jangan hanya sebuah impian karna Anda pasti bisa merubahnya….Caranya Dapatkan segera Panduan bisnis sms (smart machine system)via internet secara gratis terbukti jutaan rupiah yang masuk rekening…..
    Siapapun, Dimanapun, dan Kapanpun Anda bisa melakukannya….bahkan di saat Anda tidur pun ternyata sistem bisa bekerja untuk anda dan di jamin 24 jam sistem ini bekerja untuk Anda…karna http://www.kudapat.com ini telah menempati halaman pertama no 1 search engine google…

    Like

  21. bisa bantu saya un mendapatkan liqo / tarbiayh untuk ibu muda seperti saya di daerah depok ui? karena selama ini yg saya dapat un adik2 mahasiswa semua…

    syukron,

    Like

  22. tolong donk, gimana caranya biar tetep istiqomah tarbiyahnya, dulu sekitar 5 tahun yang lalu aya masih aktif ikutan, tapi saya mengalami kekecewaan luar biasa dengan MR nya, karena adanya sesuatu yang menurut saya seharusnya tidak ada didalam kamusnya orang tarbiyah, tapi seperti itulah kenyataanya, saya kecewa dan akhirnya saya merasa semakin menjauh dari kehidupan tarbiyah, kadang saya ingin kembali ke komunitas itu tapi kadang muncul lagi perasaan malas. saya sadar seharusnya bukan sikap itu yang saya abil, tapi saya bingung, kemana masalah itu seharusnya dipecahkan

    Like

  23. subhanalloh…tarbiyah membuat saya mengenal orang-orang hebad…serasa tak ada apa-apanya dibandingkan mereka…

    suatu pagi di hari ahad, ibu saya menelpon…beliau sedang membeli nasi liwet di sekitar manahan solo…ternyata saat itu ada ust HNW yang juga sedang makan nasi liwet, segeralah ibu saya mendekati beliau dan meminta beliau berbicara pada saya lewat telepon…

    “nduk ini ada pak ustad hidayat, idolamu nih…” dan akhirnya ustad HNW berbincang dengan saya
    “gimana ukhti? sehat? suami sehat? anak-anak bagaimana?” dan suami…suami sampai speechlesss kagak bisa ngomong apa-apa cuman iya iya, ketika ditanya gimana kabar tarbiyah di tasik? gimana kabar dakwah di sana?”

    saya bukan siapa-siapa, tapi bisa berbincang dengan ketua MPR…subhanalloh…

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s