5 Tip Membuat Judul Tulisan


Judul itu adalah etalase. Pemikat pembaca agar mau membaca tulisan yang sudah kita buat. Karena itu adalah etalase yang sering harus dilap setiap pagi supaya mengilat dan bersih, maka membuat judul juga perlu perhatian betul dari kita semua.

Sebenarnya membuat judul tulisan itu gampang-gampang susah. Kalau mau lebih bagus perlu permenungan. Di sinilah perlunya pengendapan tulisan. Untuk itu, menulis judul adalah upaya terakhir saat menulis sebuah tulisan.

Mengutip buku Jurnalistik Dasar, Resep dari Dapur Tempo, judul jangan dibuat saat mengawali menulis. Selain membuat kita sudah harus berpikir keras dan membuat menulis jadi susah–yang seharusnya gampang itu, membuat judul di awal tulisan akan membikin kita terpenjara sehingga informasi malah terkungkung oleh judul itu.

Saya biasanya membuat judul setelah tulisan itu selesai. Saya tinggalkan tulisan itu, ngopi-ngopi dulu, baca-baca buku yang lain, mendengarkan obrolan orang lain, memikirkannya sambil lari atau naik KRL dari Stasiun Citayam sampai Stasiun Cawang. Dan Aha! Biasanya ketemu. 

Terkadang saya menemukan judul bagus di pertengahan menulis. Kalaupun ditulis di pertengahan menulis, saya akan menelaah ulang judul itu pada saat tulisan itu selesai ditulis. Dipikir-pikir bagus tidaknya dan kesesuaian dengan tema atau isinya.

Jadi ini tip pertama: buat judul setelah tulisan selesai dibuat.

Judul yang baik, mengutip Tempo, adalah yang eye-catching, meringkus perhatian, dan membuat pembaca tertarik, namun bukan click bait. Buku berjudul The Advancing Stories mengutip pernyataan Mark Bulik, seorang editor senior untuk headlines di New York Times, “One cardinal rule is that we don’t want headlines that leave readers feeling cheated when they’ve finished the article. That’s our definition of clickbait.” Jadi jangan menipu. Jangan mengecewakan pembaca karena tak diimbangi dengan isi tulisan yang berbobot. Seperti kacang atom, putih mulus di luar, tetapi kebanyakan ompong di dalam.

Jadi tip kedua adalah relevan dengan tulisan.

Tip berikutnya judul bisa diambil dari satu dua frasa atau satu kalimat dalam tulisan.  Semakin ringkas semakin baik. Washington Post memberikan panduan dalam menentukan judul opini yaitu judul yang “something about your paper“.  

Tulisan yang bercerita tentang Cirebon, maka tidak boleh memakai judul Cirebon saja atau Sejarah Politik Cirebon. Dua-duanya ini tidak mengatakan sesuatu. Tidak “something about your paper“. Pakailah judul: Contoh Kegagalan Feodalisme.   

Tentu ini tergantung dari selingkungnya, kebiasaan yang sudah ditentukan dalam lingkungan publikasiannya. Semisal, ada yang menentukan judul berita maksimal 9 kata, judul opini maksimal 5 kata, atau ada juga yang membuat judul artikel hanya dalam satu kata saja.  Yang saya bahas dalam tulisan ini tentunya selain judul berita. Dalam hal ini adalah tulisan berjenis feature atau opini. 

Tentunya kita pernah menjumpai judul tulisan (headlines) koran seperti ini: 

Cowok UI Nginep di Apartemen Pacar

Eh Pagi-pagi, Ibunya Pacar Datang

Takut Ketauan, Jadi Spiderman

 Kabur lewat Balkon

Kepeleset, Jatuh dari lantai 11

Untung Enggak Mati Lu  

Judul di atas adalah judul berita dalam Koran Harian Lampu Hijau. Tidak diketahui tanggal terbitnya. Dari membaca judul saja kita sudah tahu isi beritanya.  Judul konyol seperti ini tidak akan laku di media arus utama. Saya tidak pernah membuat judul tulisan seperti ini, bahkan untuk di blog saya sendiri.  

 

Jadi tip ketiga membuat judul adalah mengambil dari isi tulisan, semakin ringkas, semakin baik. 

Untuk tulisan opini jangan menggunakan kalimat tanya karena tulisan opini adalah tulisan yang menjual argumentasi kita, mendeklarasikan pendapat kita. Maka ketika ada kalimat tanya dalam judul opini itu seolah-olah kita tidak yakin dengan barang jualan atau argumentasi yang kita buat.  

Tip keempat adalah jangan membuat judul dengan kalimat tanya.

Kita bisa membuat judul dengan mengejar unsur efek bunyi (rima), peribahasa, atau parodi karena itu akan mengesankan atau membuat penasaran pembaca. Contoh: Linouw dan Titik Nol Asa Bermula atau judul buku seperti Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini. Atau seperti judul Koran Tempo, antara lain: Negara Tanpa Virus Corona, Bahaya Petaka Ganda, dan lain sebagainya.  

Jadi tip kelima membuat judul adalah mengejar rima, peribahasa, atau parodi.

Satu hal terakhir adalah semakin kita banyak menulis, semakin mudah kita membuat judul. Artinya karena kita sudah terbiasa mengatur sel-sel otak kita untuk memikirkannya. Itu juga tak lepas dari kebiasaan membaca kita yang sangat mendukung dalam proses penulisan.

Jadinya, semakin banyak membaca, semakin banyak menulis, semakin mudah membuat artikel, semakin mudah pula membuat judul.  

Demikian. Semoga bermanfaat. 

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

7 Syawal 1441 H

2 thoughts on “5 Tip Membuat Judul Tulisan

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.