Review Buku Talking to Strangers: Patroli Polisi itu Tak berguna


 

Buku ini yang apabila Anda membacanya sampai di halaman 25 sudah bisa menyimpulkan: ini terbaik dan layak dibaca.

Jumlah polisi yang dibutuhkan untuk berpatroli secara menyeluruh dalam sebuah kawasan selalu tidak mencukupi. Penelitian memang menyodorkan fakta kalau patroli secara menyeluruh tidak juga mengurangi angka kejahatan. Kansas City pada awal 1970-an sudah membuktikannya. Patroli tak berguna.

Dua puluh tahun kemudian, Kansas City dengan bantuan kriminolog Lawrence Sherman mengubah pola patrolinya. Kini, patroli hanya dilakukan di titik panas kejahatan. Di daerah yang jarang terjadi kejahatan tidak perlu ada patroli.

Teorinya adalah penjahat itu tidak seperti Drakula yang melakukan kejahatan ke mana-mana. Kejahatan itu tidak bisa berpindah tempat. Kejahatan terkait erat dengan lokasi. Kejahatan hanya beroperasi di segelintir titik panas terkonsentrasi.

Tindakan polisi pun difokuskan untuk menemukan senjata api yang selama ini menjadi biang kejahatan tertinggi di Kansas City. Polisi bisa melakukan apapun untuk melakukan tindakan pencegahan. Ini yang membedakan dengan 20 tahun sebelumnya. Dulu, mereka menangkap penjahat setelah kejahatan terjadi.

Di Distrik 144, tempat penelitian itu dilakukan pada 1990, polisi kini bisa bertindak aktif, berinisiatif menghentikan siapa pun yang dianggap mencurigakan, keluar dari mobil patroli untuk tak sekadar makan donat, dan sengaja mencari senjata api. Efektif. Kejahatan di Distrik 144 menurun sampai separuhnya.

Berita keberhasilan Kepolisian Kansas City menyebar ke seantero Amerika Serikat. Gaya mereka diadopsi kepolisian seluruh negeri. Polisi berinisiatif untuk keluar mencari senjata api. Namun, ada yang hilang dari penerapan metode Lawrence Sherman. Polisi tidak melakukannya di titik panas kejahatan, melainkan di seluruh daerah patroli mereka.

Akhirnya apa yang terjadi? Polisi menjadi agresif dan melakukannya kepada siapa saja yang dicurigai. Hanya berdasarkan penilaiannya seketika dan pada waktu itu saja. Kemudian jatuh korban. Sandra Bland yang berkulit hitam itu bunuh diri setelah mendekam selama tiga hari di sel kantor polisi.

Polisi Texas berkulit putih bernama Brian Encinia menyeret Bland ke sel hanya karena kesalahan kecil tidak mengedipkan lampu sen ketika meminggirkan mobilnya. Encinia memang mencurigai semua orang berdasarkan buku pedoman latihan kepolisian yang ada.

Pedoman itu menerangkan kalau orang yang berbuat salah pasti akan terlihat dari raut wajah, perkataan, dan tindakannya. Bahwa segalanya transparan dan terpantul. Ini salah besar.

Malcolm Gladwell menulis buku keenamnya yang berjudul Talking To Strangers, Apa yang Seharusnya Kita Ketahui Mengenai Orang Tak Dikenal ini selama tiga tahun. Berbeda dengan buku sebelumnya David and Goliath, Malcolm menyajikan satu tema utuh dari awal sampai akhir, yaitu ketidakmampuan kita sebagai manusia mengenal orang asing atau tak dikenal.

Seringnya kita berasumsi dan memberikan penilaian salah atau benar. Inilah kesalahan yang dilakukan oleh Perdana Menteri Inggris Neville Chamberlain setelah bertemu dengan Kanselir Jerman Herr Hitler untuk ketiga kalinya pada akhir September 1938: Hitler pembenci perang.

Ketidakmampuan menilai itu yang membuat Bernard Madoff selama bertahun-tahun mampu membohongi dan lolos dari audit Securities and Exchange Commision (SEC) dengan investasi Skema Ponzinya. Ada memang yang mencurigainya sejak awal, tetapi laporannya tak digubris.

Itu baru SEC. Belum tentang cerita yang lebih menarik seperti saat Pentagon dengan DIA (Defense Intelligence Agency)-nya dikadali oleh petingginya sendiri selama bertahun-tahun sebagai agen ganda. Ia yang disebut sebagai Ratu Kuba karena spesialisasi analisisnya tentang Kuba.

Jadi Malcolm Gladwell menyodorkan sebuah keyakinan kalau orang tak dikenal itu tidak mudah dibaca.  Jangan memandang orang tak dikenal dan langsung menyimpulkan. Lalu bagaimana sebaiknya mengenali orang tak dikenal itu? Malcolm Gladwell menunjukkan jalannya di bagian-bagian tertentu buku itu dengan fakta-fakta yang menarik.

Sebenarnya kita sudah lama mafhum dengan apa yang dikemukakan Malcolm itu dengan penggalan ayat dalam Al-Qur’an ini pada surat Alhujurat ayat 12: “Jauhilah kebanyakan purbasangka karena sebagian dari purbasangka itu dosa.” Encinia tidak.

Karena terlalu agresif, tidak bisa menahan diri, dan bersikap rendah hati sampai memakan korban, Kepolisian Texas akhirnya memecat Encinia sebagai polisi.

 

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
3 Mei 2020

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.