JANGAN BIARKAN RAKYAT BERKUBANG DALAM KEBODOHAN


JANGAN BIARKAN RAKYAT BERKUBANG DALAM KEBODOHAN

Ada yang bilang bahwa rakyat kecil itu melihat politik dari kacamata kesejahteraan an sich. Persetan dengan korupsi, kolusi, nepotisme. Yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana mereka dapat hidup sejahtera. Mereka sering membandingkan sejahtera mana antara masa dulu dan sekarang. Persetan dengan hutang Negara. Mereka cuma memikirkan bagaimana harga beras bisa murah, bagaimana biaya transportasi tidak mahal, dan bagaimana mereka hidup sejahtera. Dan keluguan inilah yang dimanfaatkan oleh Partai Golkar yang merupakan partai pemenang pemilu tahun 2004.

Ada yang bilang juga bahwa mereka tidak melakukan politik berbasis kader seperti yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tapi mereka melakukannya dengan mulut ke mulut. Dengan cara seperti itu ditambah dengan hegemoni masa lalu yang masih terpatri begitu dalam di benak para rakyat kecil, mereka yang citranya begitu buruk dimasa lalu, bisa bertahan hingga sekarang. Inilah sebenarnya pembodohan yang sengaja dilanggengkan oleh partai besar tersebut.

Maka kita cukup berkata bahwa sebagai bagian dari orang-orang yang merasa cerdas, maka membiarkan masyarakat bodoh adalah sama dengan membiarkan otak-otak orang cerdas itu mati perlahan-lahan. Itu sama saja dengan mayat hidup namanya. Sekaligus membiarkan kebodohan itu merajalela. Berarti secara tidak langsung juga menyalahi fitrah agama yang mulia ini yang mempunyai misi memberantas kebodohan. Karena dalam masyarakat yang bodoh itu ada ciri-ciri yang melekat di dalamnya seperti: al-jahlu (bodoh), adh-dho’fu (lemah), adz-dzillah (kehinaan), dan Al-furqoh (berpecah belah). Islam tidak menghendaki demikian.

Islam senantiasa menginginkan umatnya untuk mempunyai pengetahuan (al’ilmu), kemuliaan (al-izzah), kekuatan (al-quwwah), dan bersatu-padu (al-wihdah). Maka sudah tugas kita semuanya orang-orang yang mengaku beragama islam untuk bisa seperti itu. yaitu bagian dari umat yang memrefleksikan dirinya sebagai kuntum khoiru ummat. Sebaik-baik umat. Tidak hanya kyai, ustadz, tetapi semuanya punya kewajiban untuk itu. Entah para pengurus partai, pendirinya, dan simpatisan yang ingin bangsa yang mayoritas umatnya adalah muslim ini supaya tidak bodoh dan dibodoh-bodohi. Sekali lagi jika membiarkan kebodohan itu sama saja dengan menyalahi fitrah insaniyahnya.

Oleh karena itu, sudah sebuah keharusan bahwa setiap muslim yang berjuang melalui partai untuk mencerdaskan umat maka perlu mengetengahkan program-program yang relevan dan dibutuhkan oleh mayarakat. Dan ini adalah sebuah tantangan.  

Sebagai sebuah partai. Maka setiap partai yang didirikan di wilayah Republik Indonesia wajib untuk memberikan pendidikan politik
yang baik dan benar kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan
umum dari partai politik sebagaimana termaktub dalam Undang-undang No.31 tahun 2002 (yang kini mungkin sudah keluar UU yang barunya) yaitu:

  1. mewujudkan cita-cita nasional bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  2. mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik dan;
  3. mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat;
  4. cita-citanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dan Partai Politik juga berfungsi sebagai sarana:

  1. pendidikan politik bagi anggotanya dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Republik yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
  2. penciptaan iklim yang kondusif dan program konkrit serta sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa untuk mensejahterakan masyarakat;
  3. penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi politik masyarakat secara konstitusional dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara;
  4. partisipasi politik warga negara; dan
  5. rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan politik melalui mekanisme demokrasi dengan memperhatikan kesetaraan gender.

Oleh karena itu amatlah disayangkan jika partai politik didirikan hanyalah untuk meraih kekuasaan semata tanpa memberikan pendidikan politik yang cerdas kepada masyarakatnya tanpa mempedulikan kaidah-kaidah yang baik  dalam meraih kekuasaan tersebut sehingga menghalalkan politik uang, kecurangan-kecurangan dalam pemilihan umum atau pilkada atau juga menunggangi hukum untuk kepentingan golongannya semata. Ini sama saja dengan melestarikan apa yang telah dilakukan oleh Belanda selama 350 tahun di bumi pertiwi yang kita cintai ini.

Sekali lagi sudah saatnya kita memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat sejalan dengan para kader partai membumikan program-programnya agar bisa merealisasikan terwujudnya kesejahteraan buat umat dan bangsa Indonesia ini.

Maka buat partai besar saat ini jangan pernah melanggengkan kejayaan masa lalu dengan membiarkan rakyat bermimpi tentang masa lalu kemudian tetap berkubang dalam kebodohan. Permainan licik dan politik uang sudah saatnya untuk ditinggalkan. Kalau merasa besar dan menginginkan kebesaran itu tetap ada maka berlakulah jujur dan mengetengahkan program-program pembangunan yang ciamik di hati rakyat, mampu direalisasikan, dan punya tekad untuk merealisasikannya.

Bila tidak, maka sudah saatnya ada yang menggantikan dan merampas kebesaran Anda itu. Karena kekuasaan itu bukanlah milik Anda. Kekuasaan itu hanya milik Allah. Dan Allah akan menyerahkannya kepada yang terbaik. Siapa? Merekalah umat yang terbaik yang diciptakan dan dipercaya untuk menegakkan keadilan dan menyebarkan kesejahteraaan kepada masyarakat.

 

 

Riza Almanfaluthi

hasil diskusi

09:08 14 Mei 2008


 

Advertisements

2 thoughts on “JANGAN BIARKAN RAKYAT BERKUBANG DALAM KEBODOHAN

  1. Assalamualaikum pak.

    terima kasih telah berkunjung ke blog sederhana saya.

    menanggapi artikel diatas.

    apakah islam mengenal ‘black campaign’ walaupun itu didalam siyasah?

    dan maaf di paragraph pertama dan kedua artikel diatas itu menggambarkan tentang ‘black campaign’ itu.

    ini pendapat saya pak.

    Like

  2. Terimakasih telah berkunjung di blog saya. Islam tentu mengenal segala sesuatu yang buruk untuk dihindari oleh pemeluknya. Dan yang namanya black campagne itu adalah juga sesuatu yang buruk.
    Apa yang saya ungkapkan di atas adalah apa yang saya baca langsung di sebuah forum diskusi yang saya ikuti. Bukan dari orang ketiga atau dari katanya-katanya. Jikalau demikian maka saya buatlah tulisan ini. Agar bisa diubah sikap-sikap seperti itu.
    Mungkin perlu dibedakan antara sebuah kritik dengan black campagne. Yang terakhir dilancrkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tanpa berani menyebutkan siapa yang mengeluarkan rilis kampanye hitam.
    Apa yang saya ungkapkan di sini adalah sebuah kritik kepada partai besar itu untuk berubah. Jika merasa tidak melakukan itu dan senantiasa memberikan pendidikan politik yang cerdas kepada masyarakat dengan menunjukkan tingkah politik yang bermoral sudah sepatutnya saya apresiasi yang setinggi-tingginya sekarang kepada Partai Golkar.
    Tinggal waktu dan masyarakat saja yang menilainya. Sudah berubah atau tidak paradigma orde barunya tersebut. Demikian pendapat saya.

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s