Blog Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara: Sosial, Budaya, Pajak, Sejarah, semua punya catatannya.

Posts Tagged ‘Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor

TAS HAJI

with 2 comments


TAS HAJI

    Sekarang saatnya untuk sedikit membahas tas haji, di mana mengambilnya, tips menandai tas, dan saat mengembalikan tas kopor besar. Untuk mengambil tas yang menjadi hak dari para calon jamaah haji (calhaj) maka syarat yang dibawa adalah kuitansi infak dan pembelian batik yang sudah pernah saya bahas di sini.

Sebagai cadangan—takut ditanya-tanya oleh petugas di sana—bawa saja SPPH (surat Pendaftaran Pergi haji) dan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji). Senyatanya dua dokumen ini tidak ditanya, cukup kuitansi itu saja.

Ingat mengambil tasnya adalah pada hari dan jam kerja yang telah ditentukan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Tepatnya setelah manasik haji yang terakhir.

    Setiap calhaj diberi tiga tas. Satu tas kopor besar, satu tas tenteng, dan satu tas kecil yang biasa dikalungkan di leher—biasanya buat dokumen paspor dan buku kesehatan. Tas yang didapat kami berasal dari Saudi Arabian Airlines dan juga berlogo Bank Mandiri. Saya tak tahu kaitannya apa Bank Mandiri dengan maskapai penerbangan itu dan perjalanan ibadah haji ini. Pun, karena kami tak pernah merasa menabung di bank ribawi itu. Kami hanya menabung di bank syariah, Bank Muamalat Indonesia.

    Tas kopor besar diisi segala kebutuhan kita di tanah suci dengan berat maksimal antara 32 kg sampai dengan 35 kg. Saya tak tahu tepatnya, karena dari selebaran kertas yang ada di dalam tas itu ditulis untuk tas kopor berat maksimalnya adalah 35 kg, tetapi di plastik penanda yang berada di pegangan kopor berat maksimal yang diperbolehkan adalah 32 kg. Sepertinya berat pastinya adalah 32 kg karena dalam surat pernyataan yang diberi oleh petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor di sana tertulis berat maksimal adalah 32 kg.

    Setelah diisi, tas kopor itu diberi tanda apa saja yang mencolok. Terserah. Ada yang diberi pita, rangkaian tali, sapu tangan, dan lain-lain. Kalau saya di cat Pylox Scotch Light warna oranye atau jingga. Apanya yang dicat? Tetangga saya dulu mengecat 1/3 bagian atasnya, tapi saya tidak. Cukup dengan memberi sedikit tanda bulat dan cat strip di pinggirannya. Lihat saja gambar ini.

    Lalu setelah itu bagaimana? Jangan lupa mengambil dan mengisi Surat Pernyataan Barang Bawaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Formulirnya sudah tersedia dan bisa diambil pada saat pengambilan tas itu atau beberapa hari sebelum pemberangkatan atau pengembalian kopor.

    Formulir itu rangkap tiga berkarbon. Lembar pertama warna putih untuk Kanwil Kementerian Agama, lembar kedua warna merah untuk PPIH Embarkasi, dan lembar ketiga warna hijau untuk jamaah haji. Siapkan meterai satu lembar untuk ditempel di lembar kedua warna merah. Serahkan lembar pertama dan lembar kedua pada petugas PPIH pada saat penyerahan kopor yang biasanya satu hari—ingat satu hari—sebelum pemberangkatan. Pengumpulan tas dilakukan di Masjid Baitul Faizin, Pemda Cibinong.

    Ya betul, jadi pastikan bahwa isi di dalam tas kopor besar adalah semua kebutuhan haji yang tidak kita butuhkan pada saat perjalanan berangkat. Yang dibutuhkan selama perjalanan ke embarkasi dan di dalam pesawat harusnya ada di tas tentengan yang dibatasi beratnya, kalau tidak salah 7 kg. Kita sudah berpisah dengan tas kopor kita satu hari sebelum pemberangkatan dan ketemu lagi di Bandara King Abdul Aziz Jeddah bahkan benar-benar bisa di buka dengan bebas adalah pada saat kita di maktab.

    Semoga informasi ini bermanfaat.

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

    23.15 – 17 Oktober 2011

    Tags: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, bank muamalat indonesia, saudi arabian airlines, tas haji, kopor haji, haji, haji 2011, bandara king abdul aziz jeddah, bandara king abdul aziz, kantor kementerian agama, jeddah.

    

PELUNASAN BIAYA HAJI

with 12 comments


PELUNASAN BIAYA HAJI

 

    Kini saatnya untuk menerangkan tahap pelunasan biaya haji di tahun 2011 atau 1432 H ini. Seperti telah diketahui bersama Pemerintah dan Komisi VIII DPR telah menyepakati besarnya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2011 M sebesar Rp30.771.900,00 yang akan berlaku berbeda tergantung embarkasinya. Kalau dalam mata uang dollar untuk embarkasi Jakarta senilai US$3,589.00 ( 1 US$ = Rp8.700,00).

    Waktu pembayaran telah diplot selama dua minggu mulai 15 Agustus sampai dengan 26 Agustus 2011. Jika pada masa ini ada calon jamaah haji yang belum mampu melunasi diberikan tenggang waktu mulai tanggal 6 sampai dengan 9 September. Jika tidak maka akan digantikan dengan jamaah daftar tunggu 2012.

    Nah, bagaimana cara melunasinya? Tentu datang ke bank tempat kita buka rekening haji dan membayar setoran awal. Apa dokumen yang harus dibawa? Masing-masing bank punya aturan yang berbeda. Oleh karenanya untuk mengetahui pastinya lebih baik telepon Customer Service (CS) bank itu. Informasi dari petugas haji di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor kurang valid.

    Kalau di Bank Mumalat Indonesia Cabang Bogor—tempat kami berdua membayar setoran awal haji—yang di Jalan Pajajaran dekat Warung Jambu itu, menyaratkan kami untuk membawa ini:

  1. Pas Foto ukuran 3 x 4 sebanyak 5 lembar;
  2. Fotokopi Setoran awal BPIH sebanyak 1 lembar;
  3. Mengisi formulir yang disediakan petugas bank di sana.

Bagaimana dengan meterai? Bawa silakan tak bawa juga tak apa-apa. Karena bank telah menyediakannya dengan harga yang normal sebesar Rp6000,00 untuk 1 lembarnya.

Kami sampai di sana sekitar pukul 11.30 sesuai informasi yang didapat dari CS via telepon sebelum kami berangkat karena baru pukul 11.00 SISKOHAT bisa online. Dan menurut informasi SISKOHAT hanya online sampai pukul 14.00. “Jadi mengapa harus datang pagi-pagi?” begitu pikir kami. Di halaman depan bank sudah ada tenda berukuran 12 m2 dengan kursi-kursi yang masih kosong.

Pelayanan yang kurang memuaskan di tahun 2009 saat kami melakukan penyetoran awal dan informasi dari teman tentang kualitas pelayanan yang tak memadai di tahun-tahun sebelumnya pupus sudah saat kami datang ke sana. Kami sudah disambut ramah oleh petugas keamanan di pintu masuk yang juga memberi kami banyak informasi tentang cara pelunasan itu.

    Ternyata kami datang di waktu yang tepat, karena kalau saja kami datang di hari pertama atau di pekan pertama waktu pelunasan maka antriannya panjang dan memakan waktu lama. Pada hari Selasa (23/8) ini sampai siang itu cuma tiga orang termasuk kami yang melakukan pembayaran. Jadi tidak butuh lama untuk antri.

 

Kami diminta untuk mengisi formulir aplikasi transfer/pengiriman uang ke Menteri Agama dengan nomor rekening: 301 00394 15. Di tahun 2009 kami hanya diminta membayar Rp20 juta untuk mendapatkan porsi. Sehingga pada saat pelunasan BPIH di tahun 2011 ini kami hanya membayar sisanya. Perhitungannya sebagai berikut:

Jumlah BPIH     US$3,589.00 x 8.595,00 (kurs US$ pada hari itu) = Rp30.847.000,00

Dikurangi setoran awal = Rp20.000.000,00

Jumlah kekurangan = Rp10.847.000,00

Dari Teller lalu kami menuju CS untuk dibuatkan dokumen Setoran BPIH yang akan diserahkan kepada petugas di Kantor Kementerian Agama. Setelah dilayani oleh teller untuk pembayaran dan Customer Service untuk pembuatan dan penandatanganan seluruh dokumen, maka selesai sudah proses pelunasan BPIH ini.

    Sebelum pergi kami diberikan cinderamata. Satu tas untuk saya yang isinya satu set kain ihram, baju koko, dan kantung batu. Dan satu tas lain yang lebih kecil untuk istri saya berisi satu gamis, jilbab, mukena, dan kantung batu.

Setelah itu kami langsung menuju Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor yang berada di Cibinong untuk menyerahkan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Fotokopi KTP 3 lembar;
  2. Fotokopi Kartu Keluarga 1 lembar;
  3. Formulir Setoran BPIH.

Sudah selesai. Kami diminta untuk menghubungi petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor lagi nantinya di nomor telepon 021-87909015 untuk mengetahui kapan jadwal manasik terakhir. Semuanya dimudahkan Allah dalam tahap pelunasan ini. Insya Allah ini adalah berkah ramadhan 1432 H.

Demikian pembaca, semoga informasi ini bermanfaat buat Anda.

 

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

00.46 – 26 September 2011

Tags: haji bogor, pelunasan biaya ibadah haji, bpih, biaya haji 2011, biaya haji, bank muamalat indonesia, bmi, tanggal pelunasan, kapan pelunasan ibadah haji, kantor kementerian agama kabupaten bogor, pelunasan haji, pelunasan biaya haji

PENGURUSAN VISA HAJI

with 5 comments


PENGURUSAN VISA HAJI

 

    Sebenarnya tahap ini adalah tahap setelah pemeriksaan kesehatan pertama, cuma saya lagi malas menuliskan yang tahap itu maka saya langsung shortcut ke tahap pengurusan visa haji ini. Saya tidak tahu kenapa kok kita diikut-ikutkan dalam pengurusan visa ini. Bukankah semuanya diurus oleh Kantor Kementerian Agama?

    Yang pasti dalam setiap manasik dari awal sampai akhir hal ini tidak pernah disebut oleh pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor padahal biasanya kalau ada tahapan penting yang harus dilalui oleh calon jamaah haji pasti diberitahukan dengan jelas dan berulang-ulang. Contohnya masalah pembuatan passport dan pemeriksaan kesehatan.

    Tahap pengurusan visa ini pun saya tahunya dari teman saya—lagi-lagi Teteh Bairanti Asriandhini, terima kasih Teh atas informasinya—via gtalk. Itupun karena saya tak sengaja menyapanya dan tahu-tahu diberitahu tentang info itu. Waktu itu pas bulan puasa tepatnya dua minggu menjelang lebaran.

    Pada dasarnya tahap pengurusan visa ini hanyalah sekadar mengumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor dan membayar macam-macam iuran atau infak.

    Dokumen apa yang harus dipersiapkan?

  1. Foto 4×6 sebanyak 4 lembar;
  2. Foto 3×4 sebanyak 16 lembar;
  3. Fotokopi Setoran BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) sebanyak 1 lembar;
  4. Fotokopi SPPH (Surat Pendaftaran Pergi haji) sebanyak 1 lembar.

     

Serahkan semua dokumen itu ke petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Petugas di sana akan mencari passport kita dan diberi label merah—ini info dari Teh Bairanti. Ternyata pada saat saya ke sana passport saya katanya sedang diurus visanya. Nah loh…bingung bukan? Tidak ada pemberian label-label merahan segala.

Lalu kita diminta oleh petugas di sana untuk pergi ke koperasi untuk membayar sejumlah uang. Tepatnya sebesar Rp275.000,00. Uang itu untuk apa? Ternyata untuk beberapa hal ini:

  1. Bahan pakaian seragam nasional dan logo;
  2. Iuran F-K3CH (saya tak tahu kepanjangannya apa);
  3. Iuran IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kabupatan Bogor;
  4. Iuran PMI (Palang Merah Indonesia);
  5. Infak Bazis (Badan Amil Zakat Infak Shadaqah) Kabupaten Bogor;
  6. Infak MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Bogor.

Besaran masing-masingnya saya tidak tahu. Gelondongan semua dalam satu kuitansi seperti foto di bawah ini dan ada cetakan tanda tangan dari Bendahara IPHI, MUI, BAZ, dan FKBIH Kabupaten Bogor.

    Setelah mendapatkan kuitansi itu maka jangan lupa untuk difotokopi terlebih dahulu kuitansinya. Fotokopi itu lalu diserahkan kepada petugas untuk ditukarkan dengan buku paket bimbingan manasik haji yang terdiri dari dua buku: buku Tuntunan Praktis Manasik Haji dan Umrah serta buku Do’a, Dzikir, dan Tanya Jawab Manasik Haji dan Umrah. Lalu kita dimintai tanda tangan sebagai bukti penerimaan paket buku itu. Selesai.

    Ohya jangan lupa kuitansi aslinya disimpan dengan baik dan jangan sampai hilang karena kata petugasnya, asli kuitansi itu sebagai syarat pengambilan kopor haji. Sebenarnya sudah menjadi hak kita untuk mendapatkan kopor haji itu dengan atau tanpa kuitansi infak.

    Sedikit tentang batik nasional itu. Ada cerita dari calon jamaah haji lain kalau harga batik di koperasi itu lebih mahal dibandingkan di luaran. Makanya ada yang beli satu saja di koperasi sedangkan yang lainnya beli di tempat lain. Kalau saya karena tidak ada waktu untuk membeli di tempat lain biarlah saya beli di koperasi. Itung-itung juga menyejahterakan pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor yang telah membantu banyak calon jamaah haji Kabupaten Bogor. Asalkan jelas kepentingan dan peruntukkannya untuk apa saja saya bersedia.

    Semoga informasi ini bermanfaat buat calon jamaah haji Kabupaten Bogor dan daerah lain. Sekadar untuk mempersiapkan diri agar tidak buta sama sekali. Tentu info akuratnya dapat diperoleh dari petugas yang ada di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor.

    Tulisan selanjutnya adalah tentang pelunasan biaya haji. Insya allah dalam waktu dekat jika Allah masih memberikan nafas pada saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalam.

***

 

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

20.49 – 06 September 2011

 

Tags: pengurusan visa haji, bairanti asriandhini, bpih, spph, bazis, pmi, f-k3ch, iphi, mui, baz, fkbih kabupaten bogor, kantor kementerian agama kabupaten bogor.

Written by dirantingcemara

Tuesday, 6 September 2011 at 8:55 pm

TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 2

with 2 comments


TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 2

 

    Setelah kita mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan untuk membuat paspor dan menyerahkannya ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor sebagaimana telah dijelaskan dalam tulisan terdahulu di sana, maka tahap selanjutnya adalah tahap pengambilan foto, sidik jari, dan wawancara.

    Sebelumnya Anda akan mendapatkan SMS yang dikirimkan oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas II Bogor yang beralamatkan di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.65 Bogor, yang meminta Anda untuk datang di hari dan waktu yang telah ditentukan. Jarak antara hari pengumpulan dokumen di Kantor Kementerian Agama sampai mendapat undangan dari Kantor Imigrasi Kelas II Bogor sepertinya kurang dari tiga minggu.

Sayangnya huruf yang terkirim dalam sms itu adalah huruf besar semua, sehingga saya menyangka sms itu adalah sms iklan yang sering sekali mampir ke handphone. Kalau sudah tahu itu biasanya langsung delete. Tetapi kebetulan Teh Bairanti mengingatkan saya tentang adanya undangan itu. Maka saya cek kembali hp dan benar ternyata memang ada undangan untuk datang ke Kantor Imigrasi Kelas II Bogor pada hari sabtu pukul 13.00.

    Maka, kalau sudah dapat undangan itu siapkan dokumen asli dari dokumen-dokumen yang telah dikumpulkan sebagai berikut:

  1. KTP;
  2. Kartu Keluarga;
  3. Akta Nikah;
  4. Akta Kelahiran/Ijazah;
  5. Bukti pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH);
  6. Surat Pendaftaran Pergi haji (SPPH).

     

Setelah sampai di Kantor Imigrasi Kelas II Bogor maka segeralah temui petugas yang mengirimkan sms kepada Anda supaya dia tahu bahwa Anda telah datang dan dia akan menyiapkan berkas Anda untuk masuk antrian pemanggilan pengambilan sidik jari dan foto. Tunggu dan duduklah di ruang tunggu yang telah disediakan. Lama juga, lebih dari satu jam.

Ketika dipanggil, Anda akan diambil sidik jarinya dan dilakukan pemotretan wajah Anda secara elektronik. Setelah itu Anda disuruh keluar untuk menunggu kembali adanya panggilan wawancara. Menunggu panggilan wawancara ini juga lama. Lebih dari satu jam juga.

Jika ada panggilan, maka Anda akan dilakukan wawancara sambil membawa dokumen Asli tersebut walau tidak dibuka-buka sama sekali oleh petugas imigrasi. Cuma ditanya kebenaran nama, tempat tanggal lahir, nama orang tua dan data terkait lainnya.

Setelah itu Anda diminta untuk membubuhkan tanda tangan pada blanko kosong paspor hijau. Kemudian? Pulang dah. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore ketika saya keluar dari Kantor Imigrasi kelas II Bogor.

Kapan Anda akan menerima paspor itu? Menurut kabar yang saya dapatkan, paspornya akan dibagikan di embarkasi.

Satu hal untuk perbaikan pelayanan imigrasi di Kantor Imigrasi Kelas II Bogor adalah seringkali urutan antrian direcoki oleh orang-orang yang bukan petugas Imigrasi dan bisa masuk ke dalam ruangan pengambilan sidik jari dan foto. Tentunya yang datang terlebih dahulu dilayani lebih awal daripada yang datang belakangan. Entah dia masuk ke dalam KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) ataupun tidak. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi.

Itu saja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi calon jama’ah haji Kabupaten dan Kota Bogor khususnya, atau jama’ah haji dan masyarakat lainnya secara keseluruhan.

Ilal liqa’.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

15 Juli 2011, 22.07

 

 

Tags: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Kantor Imigrasi Kota Bogor, imigrasi, tata cara pembuatan paspor haji, Bairanti Asriandhini, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji, KBIH, paspor haji, paspor hijau, Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, perdim, imigrasi, passport, paspor, tata cara pembuatan passport haji 2011, tata cara pembuatan paspor haji 2011, tata cara pembuatan paspor, tata cara pembuatan passport, bogor, gedung tegar beriman, koperasi kantor kementerian agama kabupaten bogor, manasik haji, manasik haji massal, paspor hijau, paspor coklat, passport hijau, passport coklat, paspor internasional, passport internasional, international passport, ordinary passport, International Civil Aviation Organization, ICAO

TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 1

with 3 comments


TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 1

 

    Kini saatnya menjelaskan tata cara pembuatan paspor jamaah haji. Sejak tahun 2009 jamaah haji Indonesia tidak lagi menggunakan paspor coklat tetapi paspor internasional atau ordinary passport, yaitu paspor yang memenuhi standar dan memenuhi ketetetapan International Civil Aviation Organization (ICAO) atau biasa disebut paspor hijau.

    Bagi yang sudah memiliki paspor hijau tak perlu buat lagi. Untuk calon jamaah haji Kabupaten Bogor yang belum memiliki paspor akan dikoordinir pembuatannya oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor dan tentunya gratis.    

Pada saat manasik haji massal di Gedung Tegar Beriman Kabupaten Bogor dikemukakan syarat-syarat pembuatan paspor tersebut. Tetapi sayangnya berbeda pada praktiknya ketika sudah berhadapan dengan petugas haji di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Yaitu berkenaan dengan dokumen-dokumen yang harus dilengkapi. Apa saja?

  1. Fotokopi KTP         : 1 kali
  2. Fotokopi Kartu Keluarga    : 1 kali
  3. Fotokopi Akta Nikah    : 1 kali
  4. Fotokopi Akta Kelahiran, jika tidak ada fotokopi Ijazah. Usahakan ijazah yang memuat nama orang tua di dalamnya, seperti ijazah SMA, SMP, atau SD. Karena ijazah universitas tidak ada nama orang tuanya : 1 kali
  5. Asli Surat Keterangan/Rekomendasi dari Atasan jika yang mengajukan permohonan pembuatan paspor adalah Pegawai Negeri Sipil. Usahakan difotokopi juga sebagai arsip kita.
  6. Fotokopi bukti pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Surat Pendaftaran Pergi haji (SPPH) : masing-masing 1 kali.

    Agar dokumen-dokumen tersebut difotokopi dengan menggunakan kertas A4. Jangan memakai kertas kwarto atau folio. Usahakan fotokopinya juga bolak-balik. Jangan satu lembar-satu lembar.

    Selesai? Belum, nanti akan dicek terlebih dahulu oleh petugas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor kelengkapannya. Ketika Anda merasa sudah memenuhi dokumen tersebut di atas dan ternyata masih belum lengkap. Karena apa? Karena ada dua formulir yang harus Anda isi. Apa? formulir Perdim. Perdim ini dibeli di Koperasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Harganya satu set sebesar Rp18.000,00 termasuk map khusus imigrasi dan 1 lembar meterai.

Jadi kalau ditambahkan, syarat tambahan tersebut adalah:

  1. Formulir Perdim yang telah diisi;
  2. Formulir Surat Pernyataan yang telah diisi dan bermeterai;
  3. Map Folio Khusus Imigrasi warna Hijau.

Supaya jangan bolak-balik, datang pagi-pagi dan isi langsung di tempat. Agar kalau ada yang kurang jelas bisa meminta keterangan cara mengisinya kepada petugas. Kalau tidak salah sebenarnya formulir Perdim ini gratis. Enggak tahu mengapa jadinya diperjualbelikan.

Itu saja dulu informasi tata cara pembuatan paspor haji 2011 tahap pertama di Kabupaten Bogor. Tahap selanjutnya akan ditulis menyusul. Insya Allah. Semoga bermanfaat.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

22.58 03 Juli 2011

 

Tags: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, perdim, imigrasi, passport, paspor, tata cara pembuatan passport haji 2011, tata cara pembuatan paspor haji 2011, tata cara pembuatan paspor, tata cara pembuatan passport, bogor, gedung tegar beriman, koperasi kantor kementerian agama kabupaten bogor, manasik haji, manasik haji massal, paspor hijau, paspor coklat, passport hijau, passport coklat, paspor internasional, passport internasional, international passport, ordinary passport, International Civil Aviation Organization, ICAO

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    

MISSING LINK DAN MANASIK HAJI MASSAL

with 2 comments


MISSING LINK DAN MANASIK HAJI MASSAL

 

Ada sesuatu yang hilang dari sistem pengurusan haji yang dilakukan oleh Kementerian Agama, dalam hal ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat. Sampai detik ini saya tidak pernah diberitahu secara tertulis tentang tahun pemberangkatan ibadah haji kami.

Seharusnya, sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat tentu tidaklah sulit untuk mengirimkan pemberitahuan tertulis. Bahkan lebih gampang daripada menelepon satu-persatu kepada lebih dari 3000 calon jama’ah haji Kabupaten Bogor.

Atau sebenarnya saya sudah ditelepon melalui handphone atau telepon rumah tetapi tidak tahu dan pas kebetulan tidak ada di rumah. Yang pasti pada bulan Januari 2011 itu ada selebaran dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) tentang penawaran untuk mengikuti bimbingan mereka. Tidak kami ambil karena kami memang berniat untuk menjadi jama’ah haji perseorangan atau mandiri.

Berarti kalau sudah ada penawaran maka seharusnya sudah ada daftar siapa-siapa yang akan berangkat haji tahun 2011 ini. Pun, sebenarnya waktu proses pendaftaran awal, kami sudah diberitahu oleh petugas Bank Mu’amalat dan petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor bahwa untuk nomor porsi yang kami miliki akan diberangkatkan tahun 2011. Namun itukan secara lisan dan tidak bisa dipegang.

Sebenarnya cukup dengan mengirimkan surat pemberitahuan kepada para calon jama’ah haji maka tidak ada lagi missing link dari sistem pengurusan haji di Kabupaten Bogor. Ditambah dengan menyediakan nomor hotline yang bisa dihubungi oleh para calon jama’ah haji jika mereka ingin menanyakan informasi haji.

Mungkin hal ini tidak akan terjadi kalau ikut KBIH karena KBIH sering mendapatkan informasi lebih cepat dan awal dari petugas Kantor Kementerian Agama tentang segala pernak-pernik haji. Memang merepotkan untuk memberitahu satu persatu. Makanya petugas Kantor Kementerian Agama cukup dengan memberitahu KBIH.

Tetapi ya itu tadi, yang ikut KBIH ataupun tidak mempunyai hak yang sama dalam pelayanan haji. Perlu dipikirkan cara efektif dan efisien agar semua informasi bisa tersalurkan kepada seluruh calon jama’ah haji.

Dan saya tahu bahwa kami menjadi peserta haji di tahun ini karena saya mempunyai teman di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojonggede. KUA adalah ujung terdepan Pemerintah dalam pengurusan haji karena merekalah yang akan memberikan bimbingan manasik haji. Dari teman saya itulah saya diberitahu bahwa kami akan menjadi calon jama’ah haji untuk pemberangkatan tahun 2011. Sekalian juga diberitahu informasi akan adanya manasik haji massal se-Kabupaten Bogor.

Nah, urgensinya mengikuti manasik haji massal adalah karena di sana tempat segala informasi penting bagi jama’ah haji perseorangan. Karena lagi-lagi kalau yang mengikuti KBIH tentu semuanya sudah diinformasikan dan akan diurus oleh KBIH.

Manasik haji massal diselenggerakan empat kali. Dua kali sudah terlaksana di hari sabtu akhir bulan Mei 2011 lalu dan di awal Juni 2011. Dua kali lagi nanti pada saat praktik manasik massal di alun-alun depan Gedung Tegar Beriman Komplek Pemda Cibinong.

Di manasik haji massal diberitahu informasi berupa apa-apa yang perlu dipersiapkan oleh calon jama’ah haji, tata cara pembuatan passport, jadwal manasik haji, informasi kesehatan, dan jadwal pemeriksaan kesehatan. Akan saya tulis di tulisan yang lain tentang tata cara pembuatan passport, Insya Allah bila ada kesempatan.

Ini saja yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat buat para calon jama’ah haji Kabupaten Bogor terutama jama’ah mandirinya. Beberapa kata kunci buat para jama’ah haji perseorangan atau mandiri: aktiflah bertanya.

***

 

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

16.53 11 Juni 2011

 

Baca ini:

  1.  

 


Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji, KBIH, jama’ah haji perseorangan, jamaah haji mandiri, Bank Mu’amalat, nomor hotline, kua, kantor urusan agama kecamatan bojonggede, bojonggede, manasik haji, manasik, manasik haji massal, Gedung Tegar Beriman Komplek Pemda Cibinong, bogor, kabupaten bogor.