Blog Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara: Sosial, Budaya, Pajak, Sejarah, semua punya catatannya.

Archive for April 2008

SELAMAT BUAT IBU LELI LISTIANAWATI

with 3 comments


 

Saya juga, Riza Almanfaluthi, dari hati yang paling dalam mengucapkan selamat milad pada hari ini

Selasa, 15 April 2008

buat:

Ibu LELI LISTIANAWATI, S.E., AK., M.B.T.

Kasi Pemeriksaan Wajib Pajak Sektor Sumber Daya Alam

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak

(mantan atasan kami di Seksi PK 3 di KPP PMA Tiga)

 

  1. Semoga Ibu selalu disayang Allah;
  2. Selalu disehatkan-Nya;
  3. Selalu dikabulkan doanya;
  4. Diberikan keberkahan hidup di dunia;
  5. Dan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang sholih, para nabi dan rasul di jannah-Nya Allah.

    Tetap semangat dalam menempuhi kehidupan.

     

 

 

Dari alfakir:

Riza Almanfaluthi & Keluarga

Bos Erwan

Bos Wahyu Diana

Mbak Indah

Bos Ibnu Sakir

Kang Awe

Al Ustadz Tjandra Risnandar

Bos Pinem

Bos Gomgom


 

Written by dirantingcemara

Tuesday, 15 April 2008 at 12:02 pm

Posted in Sejumput Rintih

SELAMAT BUAT BAPAK HIDAYAT NURWAHID

with 2 comments


 

Saya, Riza Almanfaluthi, dan keluarga mengucapkan selamat kepada:

Bapak Almukarrom Dr. KH Hidayat Nurwahid Hafidzahullah

(Ketua MPR Republik Indonesia)

yang telah melamar

dr. Diana Abbas Thalib

pada hari Senin 14 April 2008.

Semoga Allah memudahkan Bapak dan Ibu berdua menuju Akad Nikahnya.

Semua ini karena tuntutan dakwah sahaja.

 

 

Dari alfakir:

Riza Almanfaluthi & Keluarga


 

Written by dirantingcemara

Tuesday, 15 April 2008 at 10:35 am

Posted in Sejumput Rintih

TANGAN-TANGAN CINTA

with one comment


by: Riza Almanfaluthi

 


 

jemarimu berkelindan pada masa,

memutar zaman,

memeluk derita pada fana,

akhirnya hanya jannah jadi asa

bisakah aku, kau, dan ia mencium wanginya

dari milyaran hasta jauhnya?

 

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

15:20 09 April 2008

Written by dirantingcemara

Wednesday, 9 April 2008 at 3:47 pm

Posted in Poem

purnama setengah

with 2 comments


 
Aduhai bulan yang menari di batas awan

kapan sudinya engkau menyentuhku

pada buaian yang takkan membuatku terlelap

kerana sepanjang malam engkau selalu menjadi lautan nafasku

jikalau tidak, tentu pagi hanyalah sebuah kepastian.

 

 

***

riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
ritmis hati gerimis
16:28 07 April 2008

Written by dirantingcemara

Monday, 7 April 2008 at 4:34 pm

Posted in Poem

Tagged with , , ,

TIPS TUTORIAL WORDPRESS: BLOGGING WITH WORD 2007 [POSTING TEKS DAN GAMBAR DARI WORD 2007 KE WORDPRESS]

with 28 comments


NGEBLOG,

POSTING TEKS DAN GAMBAR DARI WORD 2007 KE BLOG WORDPRESS

BLOGGING WITH WORD 2007

Saya merasakan suatu kegembiraan hari ini karena saya telah sukses dalam melakukan sesuatu. Ya, saya kini dimudahkan sekali oleh teknologi. Dan karena ini suatu hal yang sukses maka perlu disebarkan kepada yang lain. Semoga ini dapat memberikan manfaat yang baik buat yang memerlukannya atawa wabil khusus untuk para blogger. Begini ceritanya:

Saya kalau memosting tulisan untuk blog saya, saya sangat jarang sekali untuk menuliskannya langsung di text editor yang telah disediakan oleh penyedia layanan blog seperti wordpress misalnya. Saya harus menuliskannya terlebih dahulu di Microsoft Office Word (MS Office Word).

Kelemahannya adalah disaat mengupload tulisan tersebut di blog, tampilannya jadi berantakan, sehingga harus diedit ulang di text editor wordpress. Pokoknya mulai dari font, bold, italic, atawa paragrafnya semuanya hancur berantakan. Saya bingung bagaimana caranya untuk mengatasi hal ini.

Makanya saya mencari program text editor gratis untuk ngeblog, seperti Zondry Blog Writer atau yang sejenisnya. Gunanya program ini adalah ketika kita selesai menulis artikel di program itu lalu kita ingin mempublikasikannya di blog kita cuma tekan tombol publish. Tulisan tersebut bisa langsung terpublikasikan tanpa perlu membuka blog kita terlebih dahulu. Jadi terhubung online.

Tapi karena saya juga kurang nyaman untuk menulis di program itu, maka saya tetap menuliskan artikel di ms office word, lalu copy paste ke program tersebut, dan tekan tombol publish tetap saja hancur berantakan. Entah kenapa. Juga tombol-tombol di sana kurang familiar, kurang friendly, dan fasilitas help-nya kurang membantu. Jadi saya buang program itu. Saya tetap kembali ke awal, yaitu susah payah sedikit menulis di word dan edit di text editor wordpress pada menu write post.

Suatu saat saya membaca artikel di Kompas tentang teknologi terkini. Wartawan Kompas itu bercerita tentang kemudahan teknologi yang membantu kehidupan manusia karena adanya fasilitas yang diberikan oleh Ms Office Word 2007 yaitu fasilitas Upload Blog langsung dari Word 2007. Ia menulis berita dan langsung mempublikasikan ke blognya tanpa buka-buka terlebih dahulu blognya tersebut.

Saya penasaran, saya coba. Saya temukan tombol-tombolnya, tapi ternyata tetap tidak bisa. Entah kenapa. Kemudian saya putus asa lalu tidak lagi berniat untuk melakukan itu. Tapi kemarin, karena lagi-lagi tulisan saya berantakan dan saya harus mengedit ulang maka saya bertekad pasti ada solusi untuk masalah ini. Saya tanya kepada Ajengan Google masalah upload blog via Word, dan saya menemukan sebuah link ini:

http://office.microsoft.com/en-us/word/HA101640211033.aspx

Akhirnya saya menemukan jawabannya untuk mengatasi kebuntuan ini. Dan saya akan membagi solusinya itu kepada Anda semua para pembaca. Berikut solusi yang sejelas-jelasnya dari saya semoga bermanfaat.

  1. Tentunya Anda harus punya blog dulu bukan. Kalau belum punya daftar dulu. Kalau saya daftar di WordPress ini. Ini alamat blog saya: http://dirantingcemara.wordpress.com
  2. Lalu Anda harus punya Program Ms Office Word 2007 yang terinstall di komputer Anda;
  3. Melakukan setting blog di Ms Office Word 2007. Caranya:
  • Buka Ms Office Word 2007
  • Cari tombol blog di Quick Access Toolbar. Quick Access Toolbar ini adalah kumpulan tombol-tombol yang bisa kita tambah dan kurangkan tombol-tombolnya sesuai kebutuhan. Quick Access Toolbar ini adanya di bagian paling atas dari tampilan Word 2007.

    Tombol yang tampak biasanya adalah tombol undo, save, atau print dan lain-lain. Jika tidak ada tombol blog, maka kita klik kanan di Quick Access Toolbar tersebut lalu pilih Customize Quick Access Toolbar.

    Di kotak Choose Commands From, pilih
    pilihan All Command, lalu
    di kotak bawahnya pilih tombol Blog, mudah dicari karena urut berdasarkan alphabet.

    Cara milihnya dengan menekan tombol Add, lalu
    tekan OK.

  • Kini di Quick Access Toolbar sudah ada tombol ikon Blog yang bergambar kertas dan panah warna hijau. Tekan tombol itu dan akan ada pilihan Publish dan Manage Account.
  • Tekan Manage Account dan
    akan muncul Dialog Box Blog Accounts.
  • Pilih tombol New. Lalu akan muncul Dialog Box New Blog Account.
  • Pilih penyedia layanan blog yang tersedia, saya pilih WordPress.
  • Lalu tekan next. Dan akan muncul Dialog Box New WordPress Acoount.
  • Ada isian Blog Post URL : http://<Enter your blog URL here>/xmlrpc.php

    Ganti <Enter your blog URL here> dengan nama blog Anda. Sebagai contoh, saya ganti dengan nama blog saya dirantingcemara.wordpress.com

  • Lalu isi kotak User Name dan Password dengan isian yang sama dengan saat kita membuka atau saat log in ke blog yang kita punyai. Kedua isian ini sangat sensitif jadi harus memasukannya dengan benar, jika tidak maka settingan ini gagal. Jika benar maka akan muncul pemberitahuan bahwa settingan ini succesfull. Selesai.
  1. Sekarang saya akan menguraikan bagaimana cara mempublikasikan artikel kita ke blog kita itu.
  • Buka MS Office Word 2007;
  • Lalu kita buat artikel yang kita kehendaki;

    Anda bisa mempublikasikan tulisan tersebut sebelum atau sesudah file itu disimpan.

  • Tekan tombol Microsoft Office Button yang adanya di sudut kiri paling atas Word 2007;
  • Pilih Publish lalu
    pilih Blog;
  • Lalu akan muncul tulisan kita itu, dengan ciri ada kotak bertuliskan seperti ini:

    [enter post title here]

  • Cantumkan judul yang kita kehendaki di kotak itu.
  • Bila perlu cantumkan juga kategorinya, dengan mengklik tombol Insert Category di Blog Post tab (adanya di sebelah kiri atas pada blog group).

    Akan muncul pilihan kategori yang telah kita buat sebelumnya di blog WordPress kita.

  • Bila selesai, langsung deh, tekan tombol publish. Di
    sana ada pilihan publish (untuk langsung mempublikasikannya di halaman utama menu blog kita)
    dan publish as a draft (bila kita tidak ingin mempublikan secara langsung dan hanya ingin sebagai draft saja di blog kita atau karena kita ingin mengeditnya terlebih dahulu sebelum disebarkan kepada khayalak umum).
  • Hasilnya bisa dilihat di blog Anda, persis sekali dengan apa yang ditulis di Word 2007. Terlihat rapih tanpa edit dan hasilnya memuaskan.

Demikian yang bisa saya sampaikan. Sekarang saya tidak susah-susah lagi untuk mengunggah (upload) teks ataupun gambar. Cukup dari MS Office Word 2007, tak perlu buka-buka lagi banyak menu di WordPress.

Semoga bermanfaat untuk Anda semua. Bila ada pertanyaan, silakan untuk mengajukannya kepada saya di menu komentar. Perlu saya tegaskan bahwa artikel ini saya tulis di Word 2007 langsung saya publikasikan untuk blog saya ini.

Mohon maaf bila ada salah dan kurang jelas dalam pemaparan.

Wassalaamu’alaikum wr.wb.

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

09:43 03 April 2008

Kalibata Cerah Sekali Pagi Ini.

Written by dirantingcemara

Thursday, 3 April 2008 at 9:48 am

Posted in Tutorial

JANGAN ASAL COPY PASTE: TULISAN SAYA DIBAJAK

with 10 comments


JANGAN ASAL COPY PASTE(TULISAN SAYA DIBAJAK)***            

 Suatu saat saya menulis tentang artikel perpajakan yang saya unggah di blog saya. Judul tulisan itu adalah:

PROSEDUR (TATA CARA) PENGHAPUSAN NPWP DAN ATAU PENCABUTAN PENGUKUHAN PKP  

bisa pembaca lihat di alamat ini. Saya unggah pada hari Senin tanggal 14 Januari 2008.           

Suatu hari pula saya sedang melakukan pencarian di Google. Dan saya menemukan sebuah situs yang ternyata memuat tulisan saya itu. Bisa dilihat di situs ini: http://satyawikan.com/marimar-blog/ Tulisan dimuat di situs itu pada tanggal 8 Maret 2008.           

Saya terus terang saja tidak masalah tulisan saya dimuat di blog atau di sebuah situs manapun yang tidak komersil tanpa izin dari saya, asalkan mencantumkan sumber pengambilan tulisan tersebut.

Ini adalah sesuai dari misi yang dibuat oleh pengusung kampanye Jangan Asal Copy Paste (JACP) di situs JACP ini.  Mungkin perlu saya sebutkan lagi tujuan adanya kampanye JACP ini—yang saya ambil dari situs tersebut:

Jangan Asal Copy Paste/ JACP adalah sebuah ajakan moral untuk menghargai hasil karya para blogger, karena apapun isinya, apapun wujudnya, blog adalah juga sebuah hasil karya cipta. Kampanye ini terinspirasi dari beberapa kasus penjiplakan dan pembajakan materi blog yang juga pernah saya alami sendiri beberapa waktu silam.           

Kembali kepada masalah tulisan saya tersebut. Mengapa saya sebut tulisan saya dibajak oleh situs itu?

  1.  Karena di situs itu tulisan itu tidak mencantumkan sumber pengambilan artikelnya darimana. Kalau saya melakukan itu, saya sungguh malu-malu sekali. Makanya dalam tulisan saya,  saya selalu mencantumkan referensi yang saya miliki sebagai bahan pengambilannya. Entah dalam bentuk catatan kaki atau dalam bentuk daftar pustaka. Ini saya lakukan agar saya tidak disebut sebagai plagiator. Yang menurut saya adalah julukan terburuk. Ini menandakan bahwa dalam tulisan tersebut tidak murni alur pemikiran saya. 
  2. Alasan kedua mengapa tulisan yang ada di situs tersebut adalah tulisan bajakan dari tulisan saya adalah karena ia cuma membubuhkan satu paragraf hasil pemikiran dia lalu mengutak-atik dua paragraf setelahnya, dengan sedikit perubahan, dan seluruh paragraf setelahnya adalah murni dari tulisan saya. 
  3. Yang menguatkan lagi,  ada dua  kata dalam sebuah paragraf saya yang diganti olehnya. Misalnya seperti ini: Ini adalah tulisan saya yang asli:

    Karena berdasarkan pengalaman yang ada ternyata proses pencabutan NPWP itu memerlukan waktu yang bertahun-tahun lamanya. Tapi Insya Allah dengan adanya undang-undang baru Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (untuk selanjutnya disebut UU KUP) maka batas waktu penyelesaiannya sudah dapat diketahui dengan pasti yaitu cuma 12 bulan untuk Wajib Pajak (WP) Badan.

    Diganti oleh dengan:

    Karena berdasarkan pengalaman yang ada ternyata proses pencabutan NPWP itu memerlukan waktu yang bertahun-tahun lamanya. Tapi Puji Tuhan dengan adanya undang-undang baru Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (untuk selanjutnya disebut UU KUP) maka batas waktu penyelesaiannya sudah dapat diketahui dengan pasti yaitu cuma 12 bulan untuk Wajib Pajak (WP) Badan.           

    Kata-kata Insya Allah dengan Puji Tuhan itu beda. Insya Allah itu berarti sebuah penegasan adanya sebuah ketidakmutlakan. Sedangkan puji tuhan itu adalah kesyukuran atas sebuah karunia. Dalam Islam sebuah kepastian diungkapkan tidak dengan sebuah “saya yakin” atau “saya pasti”, tapi sebagai sebuah kerendahan diri kepada Pencipta, bahwa kita adalah makhluk yang lemah, dan hanya Allah-lah yang punya kuasa mengatur atas segala sesuatu yang bisa jadi menurut kita terjadi ternyata Allah berkehendak lain, maka digunakanlah kata-kata Insya Allah. Demikian. 

  4. Di situs itu tidak ada fasilitas atau ruang untuk berkomentar. Entah kenapa maksudnya. Semoga bukan karena takut untuk digugat. Ini pun tidak sesuai dengan tagline dari situs itu yaitu sebagai “wadah untuk sharing”. ‘

Ya, cukup itu saja dari saya. Semoga ibu Marimar, atau pengisi situs tersebut bisa membaca tulisan saya ini, memahami lalu menyadarinya, dan semoga Allah memberikan hidayah padanya.

Ohya sekadar catatan dari saya, saya telah menyimpan rekam jejak dari tautan tulisan itu, agar saya nanti bisa menunjukkan bukti di saat memang diperlukan untuk membuktikannya. Supaya saya tidak dianggap menuduh sembarangan. Semoga Allah mengampuni saya. 

Hadiah buat Anda: silakan ambil semua tulisan dari saya dan cantumkan pembuat tulisan itu atau cantumkan sumber pengambilannya. Terimakasih. Semoga bermanfaat.  

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

08:35 02 April 2008    

Written by dirantingcemara

Wednesday, 2 April 2008 at 8:34 am

PENYERAHAN YANG DILAKUKAN PENGUSAHA KECIL TIDAK DIKENAKAN PPN

with 4 comments


PENYERAHAN YANG DILAKUKAN PENGUSAHA KECIL  TIDAK DIKENAKAN PPN

Seorang pengujung blog saya ini bertanya:

Met kenal ya Mas. Saya mau numpang nanya. Saudara saya mau berusaha utk tertib pajak. Dia punya usaha pribadi. Dia mau urus npwp. Dia hrs urus npwp pribadip /juga npwp usahanya ya. Dia usaha pribadi bukan berbadan hukum. Apakah dia bisa mengajukan pengukuhan sbg pkp? Sehingga bs terbitkan faktur paja. Urut2an nya bagaimana ya. Ajukan npwp pribadi dulu lalu npwp usaha dia baru pkp? Thanks 

Di bawah ini adalah jawaban saya. Sengaja saya jawab dalam sebuah tulisan tersendiri agar bisa dinikmati oleh yang lain. :-)

Mas Muhammad yang saya hormati. Terima kasih banyak telah sudi untuk bertanya kepada saya. Saudara Mas Muhammad adalah warga negara Indonesia yang patut dicontoh, sehingga dengan kesadaran sendiri mau untuk mendapatkan NPWP dan NPPKP (nomor pengukuhan pengusaha kena pajak). Orang pajak sendiri mungkin tak akan sudi untuk mendapatkan NPWP kecuali kalau sudah kepepet, karena tidak bisa naik pangkat kalau tidak punya NPWP. :-)

Saya akan jabarkan satu per satu masalah ini. Insya Allah.

1.       Saudara Mas Muhammad harus mendapatkan NPWP terlebih dahulu untuk mendapatkan pengukuhan sebagai PKP. Mustahil orang akan mednapatkan NPPKP kalau belum dapat NPWP.

2.       Mendapatkan PKP itu adalah sebuah pilihan. Tentu dengan segala konsekuensinya. Bagi perusahaan yang berbadan hokum, tidak dikukuhkan sebagai PKP adalah sebuah perbuatan yang merugikan dirinya sendiri. Tapi bagi pengusaha kecil pengukuhan PKP adalah cuma pilihan artinya ternyata pemerintah memberikan fasilitas terhadap pengusaha kecil untuk bisa eksis di dunia usahanya. Yaitu dengan apa?

 TIDAK DIKENAKANNYA PPN ATAS PENYERAHAN BARANG KENA PAJAK DAN ATAU JASA KENA PAJAK YANG DILAKUKAN OLEH PENGUSAHA KECIL.

3.       Lalu batasan sebagai pengusaha kecil itu apa?

Dalam Keputusan Menteri Keuangan NOMOR 571/KMK.03/2003 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 552/KMK.04/2000 Tentang Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai disebutkan dalam:

 Pasal 1

Pengusaha Kecil adalah Pengusaha yang selama satu tahun buku melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak dengan jumlah peredaran bruto dan atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).”

Pasal 2

Atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang dilakukan oleh Pengusaha Kecil tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.

Pasal 3

Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2 tidak berlaku apabila Pengusaha Kecil memilih untuk dikukuhkan sebagai pengusaha Kena Pajak.

 

4.       Jadi bagi saya, Saudara Mas Muhammad hendaknya melihat terlebih dahulu omzet dari usaha yang dilakukan itu. Apakah dalam setahun omzetnya itu lebih dari 600 juta rupiah atau tidak? Jika tidak, maka  tidak perlu untuk mendapatkan NPPKP. Tetapi ternyata misalkan, ketika Saudara Mas Muhammad dalam tahun 2008 ini, belum genap setahun omzetnya sudah lebih dari jumlah yang ditetapkan itu maka ia WAJIB melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP. Kapan? Paling lambat pada akhir bulan berikutnya.

5.       Tetapi jikalau Saudara Mas Muhammad ngotot untuk mendapatkan NPPKP walaupun tidak tahu omzet yang akan didapat nantinya, silakan saja, aparat pajak akan menerima permohonan tersebut dengan tangan terbuka. Nanti akan dilakukan kunjungan ke lapangan atau ke tempat usaha Saudaranya Mas Muhammad untuk membuktikan kebenaran adanya usaha tersebut.

6.       Tentang NPWP usaha, jikalau bukan sebagai badan hukum maka sudah barang tentu NPWP yang akan kita dapatkan adalah NPWP Orang Pribadi. Jadi tidak ada perbedaan antara NPWP usaha dengan NPWP untuk dirinya sendiri. Jadi Saudaranya Mas Muhammad cukup buat NPWP untuk dirinya sendiri yaitu NPWP Orang Pribadi.

7.       Bila kelak niatannya berubah yaitu ingin mendirikan Perusahaan Terbuka (PT) maka daftarkan segera untuk mendapatkan NPWP orang Pribadi dan NPWP PT itu sekaligus daftarkan diri untuk dikukuhkan sebagai PKP.

Kesimpulan:

Bila bukan sebagai badan hukum, daftarkan diri untuk mendapatkan NPWP Orang Pribadi. Lalu ajukan permohonan untuk mendapatkan NPPKP. Dikukuhkan sebagai PKP adalah pilihan. Bisa melihat dulu omzetnya selama setahun, atau langsung ingin dikukuhkan sebagai PKP. Menurut saya fasilitas yang diberi oleh pemerintah manfaatkan saja bila memang omzetnya dibawah Rp600.000.000,00.

Semoga jawaban ini bisa dipahami dan bermanfaat buat Anda.

Formulir Permohonan NPWP dan NPPKP serta Perubahan datanya bisa dilihat di menu download. Terimakasih.

  

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

08:52 01 April 2008

  

Written by dirantingcemara

Tuesday, 1 April 2008 at 8:55 am