30 TIDAK HARUS MENJADI TUA


Monday, July 24, 2006 – 30 TIDAK HARUS MENJADI TUA

Hari-hari ini angka yang menghiasi lembaran kehidupan saya adalah adalah angka 30. Angka yang menurut saya sudah menjadi sebuah kepastian pada hari ini. Dan menjadi batas anggapan bahwa orang itu masih muda atau sudah beranjak tua.
Hari ini saya merasakannya kini. Saya sudah tidak lagi muda. Saya sudah tua. Dengan rambut sudah mulai memutih (tidak banyak-banyak amat sih). Tidak bisa lagi ingin disebut pemuda. Tapi boleh juga kan kalau kita menginginkan jiwa kita tetap senantiasa jiwa pemuda. Jiwa yang penuh dengan gelora. Jiwa yang senantiasa enerjik. Penuh semangat dan pantang menyerah. Jiwa yang senantiasa siap memenuhi panggilan kebaikan yang dikumandangkan siapapun dan kapanpun. Inginnya sih begitu. Tapi kok ya tenaga sudah mulai tidak seperti dulu. Lebih mudah cepat lelah gitu loh.
By the way, syukuri saja yah nikmat usia yang kita terima. Saya harusnya lebih banyak bersyukur bahwa Allah masih memberikan nikmat usia ini. Masih memberikan kesempatan untuk dapat memperbaiki diri supaya menjadi lebih baik lagi. Tapi sayang kesempatan dan anugerah besar itu senantiasa pula sering saya lalaikan dengan urusan remeh temeh duniawi. Urusan yang senantiasa membuat neraca itu selalu berat ke arah timbangan ragawi bukan ukhrawi. Astaghfirullah….
Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan nikmat yang tiada tara pada diri saya.
Cukup di sini dulu ah…, saya benar-benar blank untuk menulis. Saya benar-benar kehabisan tema tiga minggu terakhir ini. Entah kapan saya bisa membanjiri isi kepala ini dengan semangat untuk menulis lagi. Semoga di usia yang tidak muda lagi ini, tetap masih punya semangat berkobar untuk tetap menulis. Sehingga di 30 tidak harus merasa tua bukan….?
Insya Allah.

riza almanfaluthi
14:16 24 Juli 2006
thanks berat untuk kawan-kawan yang masih sempat-sempatnya untuk menyapa saya yang hina dina ini. Seperti:
1. Jasoen;
2. Tukul Raka;
3. The Paar;
4. Sparkling;
5. Hari Santoso Penagihan;
6. Katyuzha;
7. Violet;
8. Tj;
9. Erwan;
10. Wahyu Diana;
11. Ruhama Bainakum;
12. Azzam;
13. Ananda;
14. Agung Priyo Susanto;
15. Zaenal Arifin;
16. Mas Sudewo;
17. Kawan lama saya: Mohammad Suroto.
Dan juga kepada kawan-kawan yang tak bisa saya sebut satu persatu, yang diam-diam tanpa sepengetahuan saya, senantiasa mendoakan saya untuk menjadi lebih baik lagi. Semoga Allah memberikan yang terbaik buat Anda semua. Amin.

About these ads

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s